Buka konten ini

BATAM (BP) – Ririn Warsiti resmi dilantik sebagai Ketua DPD Wanita Tani Indonesia (WTI) HKTI Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031. Usai menerima amanah tersebut, anggota DPRD Kepri tiga periode itu menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan di wilayah kepulauan.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Wanita Tani Indonesia HKTI, Anita Ariyani, di Hotel Ibis Styles Batam, Minggu (28/6). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Wakil Bupati Bintan, Wakil Bupati Natuna, anggota DPRD Kepri Andi S. Mukhtar, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua BKOW Kepri Neni Nyanyang, perwakilan TP PKK Kepri, serta jajaran pengurus HKTI.
Dalam sambutannya, Ririn mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut.
”Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah memberikan amanah ini kepada saya. Insyaallah, amanah ini akan saya jaga dan laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Politikus Partai Gerindra itu menilai, Kepulauan Riau memiliki tantangan tersendiri dalam membangun ketahanan pangan karena karakteristik wilayahnya yang terdiri atas banyak pulau.
Menurutnya, ketahanan pangan di Kepri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di pulau-pulau terluar, memiliki akses terhadap pangan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan.
”Ketahanan pangan bagi kita bukan hanya persoalan bagaimana menghasilkan pangan, tetapi juga bagaimana memastikan setiap masyarakat, hingga ke pulau-pulau terluar, memiliki akses terhadap pangan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan,” katanya.
Ririn juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan. Selama ini, kata dia, perempuan tidak hanya mengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi pelaku usaha pangan, petani, nelayan, hingga penggerak berbagai inovasi di tengah masyarakat.
”Perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi keluarga, pelaku usaha pangan, petani, nelayan, hingga pelopor lahirnya inovasi di masyarakat,” tuturnya.
Karena itu, ia menilai pembangunan sektor pangan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan perempuan. Akses terhadap pendidikan, pelatihan, permodalan, dan pasar menjadi faktor penting agar perempuan mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan.
”Ketika perempuan diberi ruang, akses terhadap pendidikan, pelatihan, permodalan, dan pasar, maka yang kita bangun bukan hanya ekonomi keluarga, tetapi juga ketahanan sosial dan masa depan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ririn meyakini bahwa kemandirian pangan tidak dapat diwujudkan hanya melalui peran pemerintah. Diperlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari organisasi perempuan, dunia usaha, akademisi, hingga generasi muda.
”Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, organisasi perempuan, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda untuk bersama-sama membangun ekosistem pangan yang kuat, inovatif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota Wanita Tani Indonesia HKTI Kepri untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi keluarga, serta mewujudkan Kepulauan Riau yang mandiri, tangguh, dan sejahtera. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD NUR
