Buka konten ini

LUBUKBAJA (BP) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai mengarahkan strategi penurunan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Skema Tailor Made Training Las 4G FCAW yang disusun berdasarkan kebutuhan industri di Batam.
Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri di Kings Hotel, Lubukbaja, menggandeng sejumlah perusahaan besar sebagai mitra industri, yakni PT McDermott Indonesia, PT NOV Profab, PT Caterpillar Indonesia Batam, dan PT Sidma Teknik Solusi Indonesia. Keterlibatan perusahaan tersebut diharapkan dapat memastikan materi pelatihan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Kepala Disnakertrans Kepri Diky Wijaya mengatakan, persoalan utama yang dihadapi pencari kerja saat ini bukan semata-mata terbatasnya lapangan pekerjaan, melainkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
”Upaya menurunkan angka pengangguran harus dimulai dengan membangun kompetensi masyarakat. Kebutuhan tenaga las bersertifikat 4G FCAW di sektor industri sangat besar, tetapi jumlah tenaga kerja yang memiliki kompetensi tersebut masih terbatas,” ujarnya, Selasa (21/7).
Menurut Diky, perkembangan dunia industri menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah pendidikan formal, tetapi juga keterampilan dan sertifikasi yang diakui. Hal itu terutama berlaku di sektor galangan kapal, fabrikasi, dan manufaktur berat yang menjadi tulang punggung industri di Batam.
”Hari ini ijazah saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah upskilling, kompetensi, dan sertifikasi. Banyak perusahaan meminta tenaga kerja yang bisa langsung bekerja tanpa harus memulai pelatihan dari awal,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan tersebut merupakan hasil komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan pelaku industri. Dari berbagai pertemuan, diperoleh gambaran bahwa rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal salah satunya disebabkan kompetensi pencari kerja belum sesuai dengan standar yang dipersyaratkan perusahaan.
Karena itu, program pelatihan dirancang menggunakan konsep tailor made training, yakni kurikulum disusun berdasarkan kebutuhan nyata industri. Dengan skema tersebut, lulusan pelatihan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk langsung terserap ke dunia kerja.
Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau Aman menilai pelatihan berbasis kebutuhan industri merupakan salah satu solusi efektif untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Menurutnya, program tersebut tidak hanya menyasar para pencari kerja, tetapi juga pekerja yang ingin meningkatkan kompetensinya agar mampu bersaing di dunia industri.
”Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta bisa langsung terserap bekerja di perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga las bersertifikat,” katanya.
Aman mengungkapkan, sejumlah perusahaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga menyatakan komitmennya untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Hal itu menunjukkan bahwa peluang kerja di sektor industri Batam dan Kepulauan Riau masih terbuka luas.
”Tantangan kita bukan lagi mencari lowongan kerja, tetapi menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan daya saing sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD Kepri bersama Disnakertrans akan terus mengarahkan dukungan anggaran pada program pelatihan berbasis kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya memperoleh sertifikat kompetensi, tetapi juga memiliki peluang nyata untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor manufaktur, fabrikasi, dan galangan kapal yang terus berkembang di Batam. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
