Buka konten ini

TANJUNGBATU (BP) – Trestel atau jembatan penghubung menuju ponton di Pelabuhan Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, ambruk ke laut setelah besi penyangganya patah, Selasa (21/7). Kerusakan diduga dipicu kondisi besi yang telah berkarat dan mengalami korosi akibat usia pakai.
Insiden tersebut sempat mengganggu aktivitas naik turun penumpang di pelabuhan. Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Saipul, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak KSOP telah mengambil langkah cepat dengan mendatangkan teknisi untuk melakukan perbaikan.
”Sudah kami tindak lanjuti dengan mendatangkan teknisi agar trestel segera diperbaiki,” ujarnya kepada Batam Pos, Selasa (21/7).
Untuk menjaga kelancaran operasional pelabuhan, KSOP juga mengajukan izin kepada Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kepri agar dermaga milik SPN yang berada di samping pelabuhan dapat digunakan sementara.
”Kami sudah menyurati SPN Polda Kepri agar dermaganya bisa dipakai sementara sampai proses perbaikan trestel selesai. Dengan begitu, aktivitas sandar kapal serta naik turun penumpang tetap bisa berjalan,” katanya.
Sementara itu, warga Tanjungbatu, Imam Soekarno, mengatakan trestel patah ketika beberapa kapal sudah bersiap untuk bersandar di pelabuhan.
”Penumpang belum sempat turun saat trestel patah. Akhirnya penumpang dialihkan menggunakan ponton milik Pemkab Karimun agar bisa turun dari kapal,” ujarnya.
Menurut Imam, ponton milik Pemerintah Kabupaten Karimun yang digunakan sebagai alternatif sebenarnya sudah lama tidak dioperasikan karena kondisinya tidak layak.
”Ponton itu sebenarnya sudah bocor dan beberapa bulan lalu ditutup serta dipasang garis larangan masuk. Namun karena kondisi darurat dan kapal sudah hendak sandar, ponton tersebut digunakan sementara untuk proses naik turun penumpang,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan ponton dilakukan secara bergantian untuk menghindari penumpukan penumpang hingga seluruh proses embarkasi dan debarkasi selesai.
KSOP memastikan proses perbaikan trestel akan dipercepat agar pelayanan di Pelabuhan kembali normal. (***)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY
