Minggu, 15 Februari 2026

Perayaan Diharap Tetap Kondusif

BATAM (BP) – Jajaran Polresta Barelang mengimbau masyarakat Kota Batam menjaga toleransi, persatuan, serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan Imlek yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan. Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, menegaskan pentingnya sikap saling meng­hormati antarumat beragama agar situasi tetap kondusif. “Mari kita rayakan Imlek dengan penuh sukacita dan toleransi. Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” ujar Husnul, Jumat (13/2). Ia juga mengingatkan warga agar tidak menyalakan petasan secara sembarangan. Larangan tersebut untuk mencegah risiko kebakaran, mengingat dalam beberapa waktu terakhir insiden kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Batam. “Hindari bermain petasan di tempat umum karena berpotensi memicu kebakaran. Selama perayaan, masyarakat juga diminta tidak me­ngonsumsi minuman keras, narkoba, maupun melakukan konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum,” tegasnya. Sementara itu, Kapolsek Seibeduk, Iptu Alex Yasral, menyampaikan pihaknya akan...
spot_img

Izin Tinggal & Kerja TKA KEK Nongsa Disisir

BATAM (BP) – Pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa menjadi sorotan. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam memastikan pengawasan keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Di saat bersamaan, Dinas Tenaga Kerja dan...

49 Ribu Peserta Batam Terdampak

KEBIJAKAN pemerintah pusat menonaktifkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) per 1 Februari 2026 memunculkan kekhawatiran di sejumlah daerah, termasuk Batam. Secara nasional, sekitar 11 juta peserta dinonaktifkan dalam proses pemutakhiran data berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Di Batam, sebanyak kurang lebih 49 ribu peserta PBI pusat terdampak kebijakan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan tidak sampai memutus terapi pasien, terutama penderita penyakit kronis dan katastropik. “Secara nasional memang ada sekitar 11 juta yang dinonaktifkan. Di Batam kurang lebih 49 ribu. Tapi kami pastikan akses layanan kesehatan tetap ada,” ujar Didi, Jumat (13/2). Kebijakan ini merujuk pada Keputusan...

Pulihkan Mental dan Identitas Korban

BATAM (BP) – Kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan oknum guru terhadap siswa kembali mencuat di Kota Batam. Bahkan, pelaku disebut-sebut melakukan pelecehan setelah jam pelajaran sekolah usai. Psikolog Irfan Aulia menegaskan bahwa korban pencabulan harus segera mendapatkan pemulihan mental secara menyeluruh. Pendampingan psikologis dan dukungan sosial dinilai menjadi langkah penting untuk memulihkan kondisi korban. “Korban perlu dipulihkan dirinya dan identitasnya,” ujarnya, Jumat (13/2). Ia menjelaskan, pemulihan identitas penting untuk masa depan anak agar tidak terus-menerus terbebani oleh trauma akibat perbuatan pelaku. Pendampingan yang berkelanjutan dibutuhkan agar anak dapat kembali menjalani kehidupan...

HNSI Tuntut Kapal Ditahan, Agen Dibekukan

BATAM (BP) – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Batam akhirnya mengambil langkah hukum terkait tumpahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di perairan Pulau Dangas, Sekupang. Senin (16/2) nanti, HNSI resmi melaporkan kasus tersebut ke Polda Kepri. Tuntutannya tegas: kapal ditahan, pemilik dipanggil, dan agen kapal dibekukan sementara. Ketua DPC HNSI Kota Batam, Muslimin, yang akrab disapa Limin, mengatakan laporan akan diajukan langsung oleh jajaran pengurus. Menurutnya, penahanan kapal menjadi poin utama agar proses hukum berjalan dan tidak ada upaya menghindari tanggung jawab. “Senin, 16 Februari, kami buat laporan ke Polda Kepri. Poin utama kami jelas, kapal yang kemarin itu harus ditahan dulu,” tegas Limin, Jumat (13/2). Kapal yang dimaksud adalah Landing Craft Tank (LCT) Mutiara Garlib Samudera yang diduga menjadi sumber tumpahan limbah B3. HNSI menilai, tanpa penahanan kapal, sulit memastikan pertanggungjawaban hukum. “Kalau kapalnya tidak ditahan, bagaimana pertanggungjawabannya? Ini menyangkut ribuan...

MBG Jangkau Pulau Terluar Natuna

NATUNA (BP) – Suasana ruang kelas taman kanak-kanak di Pulau Serasan tampak berbeda, Rabu siang. Satu per satu ompreng berisi makan bergizi gratis (MBG) dibagikan kepada para siswa. Anak-anak duduk rapi di bangku masing-masing, mata mereka berbinar menanti giliran membuka nampan makan siang. Pulau Serasan merupakan salah satu wilayah terluar di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Kawasan perbatasan strategis ini masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namun siang itu, jarak geografis seolah tak lagi menjadi penghalang ketika anak-anak menikmati menu MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Begitu tutup ompreng dibuka, aroma makanan langsung tercium. Menu yang tersaji terdiri atas mi bihun, telur orak-arik, tempe, sayuran, serta potongan buah segar. Tanpa dikomando, anak-anak langsung menyantap hidangan mereka. Raut gembira tampak jelas di wajah-wajah mungil para siswa. “MBG-nya enak sekali,” ujar seorang siswa sambil menggigit potongan melon, polos namun penuh semangat. Di sudut kelas, seorang siswi berhijab ikut menyela...

DIGITAL PAPER

spot_img