BATAM (BP) – Penyidik Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Kepri masih terus mendalami kasus dugaan judi online berkedok siaran langsung media sosial yang melibatkan 24 warga negara asing (WNA) di Batam. Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka maupun menemukan keterlibatan warga negara Indonesia dalam jaringan tersebut.
Kasubdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Arif Mahari, mengatakan penyidik masih fokus memeriksa sejumlah perangkat elektronik yang diamankan dari lokasi penggerebekan untuk menelusuri pola komunikasi dan jaringan para pelaku.
“Untuk sementara belum ada tersangka maupun keterlibatan warga negara lokal. Kami masih terus mendalami,” ujar Arif, Jumat (15/5).
Menurut dia, tim penyidik masih menunggu hasil digital forensik terhadap komputer dan perangkat komunikasi yang disita dari dua lokasi penggerebekan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aktivitas perjudian online tersebut.
“Kami masih melakukan digital...
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus dugaan korupsi dan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Tarif resmi sertifikasi K3 yang seharusnya hanya sekitar Rp275 ribu disebut membengkak hingga Rp6 juta sampai Rp7,5 juta untuk satu sertifikasi di lapangan.
KPK menduga selisih biaya yang sangat besar tersebut menjadi pintu masuk praktik uang pelicin dan setoran rutin kepada oknum pegawai maupun pejabat di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan agar proses sertifikasi...
BATAM (BP) – Aktivitas cucian pasir di kawasan Batu Besar, Nongsa, masih terus berlangsung meski sebelumnya aparat gabungan Polda Kepri dan BP Batam telah menindak sejumlah tambang pasir ilegal di wilayah Nongsa. Kondisi itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait konsistensi penegakan hukum.
Pantauan di lapangan, belasan lokasi cucian pasir di Batu Besar tampak masih beroperasi seperti biasa.
Truk pengangkut pasir...
WASHINGTON (BP) - Pemerintah Israel dikabarkan menunjukkan kekhawatiran serius terhadap arah negosiasi terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut cemas Presiden AS Donald Trump akan menyetujui kesepakatan damai yang dianggap terlalu lunak terhadap Teheran sebelum seluruh target perang tercapai.
Kekhawatiran itu muncul karena pembicaraan yang berlangsung kini dinilai semakin menyempit dan hanya berfokus pada program uranium Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Sementara isu lain yang selama ini menjadi alasan utama konflik, seperti rudal balistik Iran dan dukungan terhadap kelompok proksi di Timur Tengah, mulai tersisih dari meja perundingan.
Sejumlah sumber Israel kepada CNN menyebut kesepakatan parsial yang masih membiarkan sebagian program nuklir Iran berjalan akan dianggap sebagai kegagalan perang oleh Tel Aviv.
Kekhawatiran utamanya adalah Trump akan lelah dengan negosiasi lalu membuat kesepakatan apa pun dengan konsesi di menit terakhir,’’ujar salah satu sumber Israel.
Menurut sumber tersebut, pejabat AS memang telah meyakinkan Israel bahwa stok uranium dengan...
BATAM (BP) – Perlindungan jaminan sosial tenaga kerja di Kepulauan Riau masih menghadapi persoalan mendasar. Hingga pertengahan 2026, tingkat kepatuhan perusahaan dalam mendaftarkan pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan baru mencapai sekitar 51 persen. Artinya, ratusan ribu pekerja di provinsi industri dan perdagangan itu masih bekerja tanpa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Diky Wijaya, mengatakan rendahnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurut dia, perlindungan sosial penting untuk menjamin keamanan pekerja dari berbagai risiko kerja, mulai dari kecelakaan kerja hingga jaminan hari tua.
“Ketaatan terhadap jaminan sosial tenaga kerja masih sekitar 51 persen, artinya masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya,” kata Diky, Jumat (15/5).
Data Disnakertrans Kepri menunjukkan Batam masih menjadi wilayah dengan jumlah pekerja terbesar di Kepulauan...