Buka konten ini

BATAM (BP) – Indonesia selangkah lagi memiliki kapal induk pertama. DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia dalam Rapat Paripurna, Selasa (21/7). Kapal perang tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026 dan akan memperkuat armada TNI Angkatan Laut.
Persetujuan diberikan setelah seluruh fraksi di Komisi I DPR menyetujui usulan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Ketua DPR Puan Maharani kemudian meminta persetujuan seluruh anggota dewan dalam rapat paripurna.
“Sidang Dewan yang kami hormati, apakah laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat disetujui?” tanya Puan, yang dijawab setuju oleh peserta rapat.
Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono mengatakan persetujuan DPR merupakan syarat konstitusional dalam setiap penerimaan hibah dari pemerintah atau lembaga asing sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Menurutnya, Komisi I telah membahas permohonan hibah tersebut bersama Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Mabes TNI, dan para kepala staf angkatan dalam rapat kerja sehari sebelumnya.
“Komisi I DPR RI secara bulat menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia,” ujarnya.
Tiba 20 September
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto mengungkapkan kapal induk senilai 54 juta euro itu dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026. Setelah resmi diterima, kapal akan berganti nama dan masuk dalam jajaran kapal perang TNI AL.
Menurut Utut, meski usia kapal sudah tidak muda, keberadaannya tetap memiliki nilai strategis untuk memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia.
“Ini tentu bukan semata untuk misi perang. Kapal ini dapat digunakan menjaga perbatasan, mendukung operasi kemanusiaan, hingga menjadi pangkalan bagi helikopter dalam berbagai operasi,” katanya.
Pangkalan Sudah 76 Persen
Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Marsekal Muda TNI Haris Haryanto, mengatakan pemerintah telah menyiapkan pangkalan kapal induk di Teluk Ratai, Lampung.
Saat ini pembangunan fasilitas pelabuhan telah mencapai 76 persen, sehingga ditargetkan siap menyambut kedatangan Giuseppe Garibaldi pada September mendatang.
Menurut Haris, hibah kapal induk tersebut merupakan bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI untuk memperkuat pertahanan maritim, menjaga wilayah yurisdiksi nasional, sekaligus mendukung operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter, lebar 33 meter, kecepatan maksimum 30 knot, serta mampu mengoperasikan helikopter maupun pesawat short take-off and vertical landing (STOVL). Kapal ini juga mampu mengangkut sekitar 550 personel dan dirancang untuk mendukung operasi dalam jangka waktu panjang.
Dengan persetujuan DPR, proses administrasi penerimaan hibah kini memasuki tahap akhir sebelum kapal induk tersebut resmi bergabung dengan armada TNI AL pada September mendatang. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK
