Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Pulau Karimun mengalami krisis listrik setelah gangguan pada pembangkit dan gardu distribusi menyebabkan pemadaman bergilir hingga blackout. Sejumlah kawasan bahkan mengalami pemadaman selama lebih dari 24 jam, memicu keluhan masyarakat dan mengganggu berbagai aktivitas.
Gangguan kelistrikan mulai terjadi dalam beberapa hari terakhir. Puncaknya, pada Senin (20/7) sekitar pukul 17.00 WIB, sistem kelistrikan di Pulau Karimun padam total.
Hingga Selasa (21/7), masih terdapat sejumlah kawasan permukiman yang belum kembali menikmati aliran listrik.
Berdasarkan informasi PLN, gangguan bermula dari kerusakan travelling grate di PLTU yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kerusakan tersebut menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 18.00 WIB, terjadi kebakaran pada gardu lemari pembagi jaringan di PLTD yang memicu blackout di Pulau Karimun.
Kondisi itu memicu keluhan masyarakat melalui media sosial dan grup percakapan. Sebagian pelanggan mengaku listrik sempat menyala kembali, sementara lainnya masih mengalami pemadaman sejak siang bahkan sehari sebelumnya. Manajer ULP PLN Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan, mengatakan pihaknya terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan.
”Peralatan untuk gardu pembagi jaringan sedang dalam proses pengiriman. Ada yang dikirim dari Dumai menggunakan kapal carter dengan estimasi perjalanan sekitar 18 jam,” ujarnya.
Selain itu, peralatan juga didatangkan dari Tanjungpinang menggunakan kapal Roro yang dijadwalkan tiba pada malam hari. PLN juga mendatangkan teknisi dari Tanjungpinang dan Pekanbaru untuk mempercepat proses perbaikan.
”Saat ini sebagian wilayah sudah kembali menyala, namun sebagian lainnya memang belum pulih. Penyebab utama berada pada gardu PLTD yang terbakar. Sambil menunggu peralatan tiba, teknisi terus melakukan perbaikan sehingga saat alat datang bisa langsung dipasang. Kami memperkirakan sistem kelistrikan dapat kembali normal paling lambat Jumat (24/7),” kata Ahmad.
Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi keamanan selama proses pemulihan berlangsung.
”Kami telah menempatkan personel di Kantor PLN sebagai langkah antisipasi. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” ujarnya.
Dampak pemadaman juga dirasakan Perumda Tirta Mulia Karimun. Direktur Perumda Tirta Mulia, Ferry Karimun, mengatakan distribusi air bersih ikut terganggu karena seluruh sistem pompa bergantung pada pasokan listrik.
”Tentu ada dampaknya. Pompa untuk mengalirkan air dari waduk ke bak penampung hingga mendistribusikan air ke pelanggan tidak dapat beroperasi karena bergantung pada listrik. Kami juga tidak memiliki genset sebagai sumber daya cadangan,” katanya. (*)
Laporan: SANDI PRAMOSINTA
Editor : GUSTIA BENNY
