Buka konten ini

LINGGA (BP) – Penantian panjang warga Desa Tukul, Kecamatan Bakung Serumpun, untuk memiliki sekolah menengah pertama akhirnya terwujud. SMP Negeri 005 Lingga mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai kelas jauh, sehingga lulusan sekolah dasar di desa tersebut tidak lagi harus menyeberang ke desa lain untuk melanjutkan pendidikan.
Meski belum memiliki gedung sendiri dan sementara menumpang di bangunan sekolah dasar setempat, proses belajar mengajar telah dimulai dan berlangsung lancar.
Kehadiran SMP Negeri 005 disambut antusias masyarakat. Warga menilai keberadaan sekolah tersebut menjadi solusi atas keterbatasan akses pendidikan yang selama ini dihadapi.
”Alhamdulillah akhirnya di desa kami ada sekolah SMP. Jadi anak-anak kami tidak perlu lagi menyeberang ke desa lain untuk melanjutkan sekolah,” ujar salah seorang warga, Selasa (21/7).
Selama ini, kata dia, jarak tempuh yang jauh serta minimnya sarana transportasi menjadi kendala utama bagi lulusan SD di Desa Tukul untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
”Dengan mulai beroperasinya SMP kelas jauh ini, anak-anak kami memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh setiap hari,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, mengatakan pembukaan SMP Negeri 005 merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memperluas akses layanan pendidikan di wilayah terpencil.
”Desa Tukul memang belum memiliki SMP. Selama ini lulusan SD harus melanjutkan sekolah ke desa lain. Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Armia, keberadaan SMP tersebut juga diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa.
”Semakin mudah akses pendidikan, semakin besar pula peluang anak-anak untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, pembukaan SMP Negeri 005 juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lingga dalam merealisasikan janji pembangunan sektor pendidikan, termasuk menghadirkan sekolah menengah pertama di Desa Tukul.
Saat ini, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan tengah mengusulkan pembangunan gedung permanen.
”Alhamdulillah usulan tersebut mendapat respons positif. Kami diminta menyiapkan lahan,” ujar Armia. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY
