Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, membuka peluang untuk mendapatkan penempatan dana pemerintah di Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti yang diberikan kepada himpunan bank negara (Himbara).
“Saya coba lihat nanti bisa tidak saya taruh langsung uang Sebagian di bank-bank pemda (pemerintah daerah), BPD itu,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7).
Purbaya mengatakan, rencana tersebut muncul karena sejumlah BPD mengalami permasalahan terkait dengan kredit dan likuidasi.
Ia menyebut, disimpannya dana pemerintah pada Bank Himbara atau bank dengan kategori buku IV diharapkan dapat membantu industry keuangan dalam hal manajemen dana tunai atau cash.
“Hal itu bisa membantu ke bank buku IV, nanti itu harusnya pelan-pelan turun ke buku III dan buku I,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menambah alokasi penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada Bank dibawah Badan Usaha Milik Negara (Himbara) atau Himpunan Bank Negara (Himbara) hingga Rp 400 triliun.
Purbaya mengatakan total dana SAL yang ditempatkan di Bank Himbara akan bertambah dari Rp 300 triliun menjadi Rp 400 triliun.
”Jadi, Rp400 triliun. Rp200 triliun sampai akhir tahun (tenor), yang Rp100 triliun lebih pendek sedikit, yang Rp 100 triliun fleksibel,” ujar Purbaya dalam jumpa media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/6).
Purbaya mengatakan, penambahan SAL ke bank Himbara dilakukan setelah adanya laporan mengenai kondisi likuiditas perbankan yang sudah mulai tergerus.
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan penarikan dana SAL sebesar Rp130 triliun yang ditempatkan di Bank Indonesia (BI) untuk disalurkan ke Bank Himbara.
”Atas permintaan beberapa pihak disuruh tarik, saya tarik. Rupanya jadi kering dan nggak ada sumber uang lagi, jadi saya balikin lagi,” ujarnya.
Lanjutnya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan ekonomi jalan, maka penempatan SAL di Bank Himbara merupakan salah satu jalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
”Ada yang bilang langkah saya salah kan? Ternyata itu lah satu-satunya engine untuk pertumbuhan ekonomi pada saat ini,” ucapnya.
Sebagai informasi, dana SAL ditempatkan di Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), serta Bank Syariah Indonesia (BSI). (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
