Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Sebanyak 500 butir telur ayam dipanen dalam panen perdana di Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Minggu (1/3). Momen ini menjadi penanda dimulainya produksi telur lokal di Kabupaten Kepulauan Anambas sekaligus langkah awal menuju kemandirian pangan daerah kepulauan tersebut.
Panen tersebut dihadiri langsung Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, didampingi perangkat desa dan masyarakat setempat. Meski jumlahnya masih terbatas, produksi tahap awal itu dinilai sebagai fondasi penting bagi pengembangan peternakan ayam petelur di wilayah tersebut.
Selama ini, kebutuhan telur masyarakat Anambas mayoritas dipasok dari luar daerah, seperti Bintan dan Batam. Kondisi geografis sebagai daerah kepulauan membuat biaya distribusi tinggi dan sangat bergantung pada cuaca.
Tak jarang, harga telur melonjak tajam. Untuk satu papan, harga bisa menembus Rp70 ribu, terutama saat cuaca buruk menghambat pengiriman.
Aneng mengatakan, kehadiran peternakan ayam petelur di Kuala Maras diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menekan harga dan menjaga ketersediaan stok.
“Kita ingin kebutuhan dasar masyarakat bisa dipenuhi dari daerah sendiri. Dengan begitu, harga lebih terjangkau dan masyarakat tidak terbebani,” ujarnya saat panen berlangsung.
Menurut dia, penguatan sektor peternakan merupakan bagian dari strategi membangun kemandirian pangan secara bertahap. Desa, lanjutnya, memiliki potensi besar sebagai sentra produksi kebutuhan pokok.
“Kemandirian pangan itu dimulai dari desa. Kalau desa mampu memproduksi telur sendiri, kita tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan luar,” katanya.
Ia berharap keberhasilan tahap awal ini dapat menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Anambas untuk mengembangkan usaha serupa. Pemerintah daerah, tegasnya, siap memberikan dukungan dan pendampingan.
Aneng juga menyinggung pentingnya memutus dominasi pasokan dari luar daerah. Dengan bertambahnya produsen lokal, rantai distribusi menjadi lebih pendek dan harga diharapkan semakin stabil.
“Semakin pendek distribusi, semakin besar peluang harga menjadi lebih bersahabat. Dampaknya, perputaran ekonomi desa juga ikut menguat,” jelasnya.
Panen perdana tersebut disambut antusias warga Kuala Maras. Mereka berharap usaha peternakan ayam petelur itu terus berkembang dan mampu menambah pendapatan masyarakat setempat.
Pemkab berkomitmen melakukan evaluasi dan pembinaan berkelanjutan agar kapasitas produksi terus meningkat dari waktu ke waktu. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY