Buka konten ini

BATAM (BP) – Ajang lari tahunan Batam 10K kembali digelar dengan peningkatan standar penyelenggaraan. Untuk pertama kalinya, seluruh peserta akan menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) Timing Chip, teknologi pencatat waktu yang lazim dipakai pada lomba lari profesional.
Batam 10K 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026. Pendaftaran dibuka mulai 21 Juli hingga 7 September 2026 untuk kategori General, Master (usia 40 tahun ke atas), dan Student (hingga usia 17 tahun).
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Batam meningkatkan kualitas penyelenggaraan event sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism nasional.
Menurutnya, Batam 10K bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi media promosi daerah yang mampu menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian.
“Kami berkomitmen menghadirkan event yang semakin profesional, aman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta. Batam 10K menjadi salah satu agenda unggulan yang mendukung pengembangan sport tourism sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, mulai dari UMKM, perhotelan, transportasi, hingga destinasi wisata,” ujar Amsakar, Selasa (21/7).
Ia mengajak komunitas lari dan masyarakat dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam Batam 10K yang telah menjadi agenda tahunan.
“Selain mendorong gaya hidup sehat, event ini juga menjadi bagian dari strategi Batam meningkatkan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Standar Lomba Profesional
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menjelaskan penggunaan RFID Timing Chip menjadi salah satu pembaruan penting dalam penyelenggaraan Batam 10K tahun ini.
Menurutnya, sistem tersebut mampu mencatat waktu peserta secara otomatis saat melewati garis start, titik pemeriksaan (checkpoint), hingga garis finis menggunakan gelombang radio.
“Pencatatan waktu menjadi lebih akurat, objektif, transparan, dan dilakukan secara real time, sehingga hasil perlombaan dapat dipertanggungjawabkan sesuai standar lomba lari profesional,” ujarnya.
Teknologi tersebut menghasilkan data gun time, net time, hingga peringkat peserta secara cepat sekaligus meminimalkan potensi kesalahan pencatatan manual.
Ardiwinata menambahkan, penerapan RFID tidak hanya meningkatkan kredibilitas kompetisi, tetapi juga memberikan kepastian hasil bagi seluruh peserta.
Mengusung tema “Beyond Borders”, Batam 10K 2026 diharapkan semakin memperkuat citra Batam sebagai destinasi sport tourism yang mampu menyelenggarakan event olahraga berstandar nasional.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui akun Instagram resmi @batam_10k dan @batamtourism.official. (*)
Laporan : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
