Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mulai mempertimbangkan secara serius untuk melanjutkan operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah di tengah mandeknya negosiasi dengan Iran.
Laporan CNN yang mengutip sejumlah ajudan presiden menyebutkan, Trump semakin frustrasi terhadap sikap Iran dalam pembicaraan terkait konflik di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Fox News juga melaporkan Gedung Putih tengah mengkaji kemungkinan melanjutkan guna memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan peran militer yang lebih luas.
Menurut laporan tersebut, Trump kini lebih serius mempertimbangkan dimulainya kembali operasi militer skala besar dibanding beberapa pekan terakhir.
Sumber CNN menyebutkan, Presiden AS mulai kehilangan kesabaran karena Selat Hormuz masih ditutup. Selain itu, Trump juga meyakini adanya perpecahan di internal kepemimpinan Iran yang dinilai menghambat tercapainya kesepakatan besar terkait isu nuklir.
Di dalam pemerintahan AS sendiri, disebut muncul perbedaan pandangan terkait langkah yang harus diambil terhadap Iran.
Sebagian pihak mendorong pendekatan keras melalui serangan terarah dan berkelanjutan untuk melemahkan Teheran. Namun, kelompok lain masih menginginkan jalur diplomasi tetap diutamakan.
Posisi Pakistan sebagai mediator dalam perundingan AS-Iran juga disebut menjadi perhatian Washington. Pemerintah AS dikabarkan masih meragukan sejauh mana Islamabad menyampaikan posisi Washington secara utuh kepada Teheran.
Selain itu, AS juga mempertanyakan objektivitas Pakistan dalam menyampaikan pandangan Iran kepada pihak Amerika.
Meski demikian, arah kebijakan Washington disebut masih belum final. Keputusan besar kemungkinan baru akan diambil setelah kunjungan Trump ke Tiongkok pada 13-15 Mei 2026.
Sebelumnya, pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Konflik tersebut sempat mereda setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata pada 8 April. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang jelas.
Setelah itu, Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Trump Akan Temui Xi Jinping di Tiongkok
Presiden Tiongkok, Xi Jinping dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kunjungan kenegaraan Trump ke Tiongkok pada 13-15 Mei 2026.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, mengatakan kedua pemimpin akan membahas hubungan bilateral hingga isu perdamaian dan pembangunan dunia.
“Presiden Tiongkok Xi Jinping akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan Presiden AS Donald Trump mengenai isu penting terkait hubungan Tiongkok dan AS, serta perdamaian dan pembangunan dunia,” ujar Guo dalam konferensi pers, Senin (11/5).
Menurut Guo, Tiongkok siap memperluas kerja sama dengan Amerika Serikat sekaligus menyelesaikan berbagai perbedaan untuk menciptakan stabilitas global.
Pertemuan tersebut menjadi perhatian dunia karena berlangsung di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan memanasnya hubungan internasional terkait konflik Iran. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK