Buka konten ini

BINTAN (BP) – Setelah delapan tahun, SMA Negeri 1 Bintan Utara kembali mengirim wakil ke seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Adalah Raudah Mabrura, siswi asal Bintan yang terpilih mewakili Provinsi Kepulauan Riau untuk mengikuti seleksi Paskibraka nasional tahun 2026.
Perjalanan Raudah menuju tahap tersebut tidak mudah. Ia harus melewati serangkaian seleksi mulai tingkat sekolah, kabupaten, hingga provinsi.
“Tesnya mulai dari TWK, kesehatan, kesamaptaan, wawancara, sampai minat bakat,” ujar Raudah saat ditemui di sekolahnya, Senin (11/5).
Setelah lolos di tingkat kabupaten, Raudah melanjutkan seleksi di tingkat provinsi. Menurutnya, tahapan seleksi hampir sama, namun terdapat tambahan psikotes dan penilaian minat bakat dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Hasilnya, Raudah berhasil masuk tiga besar dan berhak melaju ke seleksi tingkat nasional.
“Saya sempat kaget waktu diumumkan lolos. Tapi senang sekali karena bisa membawa nama sekolah. Terakhir ada siswa dari sekolah ini yang lolos ke tingkat nasional tahun 2018,” katanya.
Raudah mengaku optimistis menghadapi seleksi tingkat nasional. “Harus 100 persen,” ujarnya mantap.
Semangat itu, kata dia, tak lepas dari dukungan penuh orangtua, guru pembina paskibra, guru sekolah, hingga teman-temannya.
“Orangtua sangat bangga dan selalu mendukung perjalanan saya. Sekolah dan teman-teman juga sangat mendukung,” tuturnya.
Pembina Paskibra SMA Negeri 1 Bintan Utara, Ghany Nurmansyah, mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya tersebut. Menurutnya, ini menjadi kali kedua siswa SMAN 1 Bintan Utara menembus seleksi nasional.
“Pertama tahun 2018 atas nama Diko. Sekarang 2026 ada lagi. Rasanya tentu sangat senang,” ujarnya.
Ghany menilai, Raudah tidak hanya unggul dalam latihan fisik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
“Dia aktif di OSIS sebagai sekretaris. Bisa menjaga sikap, tutur bahasa, dan sopan santun. Seleksi paskibraka bukan hanya soal fisik, tapi juga karakter,” jelasnya.
Kepala SMA Negeri 1 Bintan Utara, Sunardi, mengatakan keberhasilan Raudah mengulang sejarah yang pernah dicapai sekolah delapan tahun silam.
“Sukses buat ananda Raudah. Sekolah kembali mengulang keberhasilan tahun 2018, saat itu siswa kami juga lolos ke seleksi nasional,” katanya.
Ia berharap Raudah tetap semangat menghadapi tahapan seleksi berikutnya.
“Kita berdoa semoga lolos tingkat nasional. Tinggal selangkah lagi menuju sukses,” harap Sunardi.
Menurutnya, bisa menembus seleksi nasional merupakan impian setiap anggota paskibraka. “Ini menjadi anugerah bagi sekolah dan motivasi bagi siswa-siswa lainnya ke depan,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY