Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) bakal menyusun buku sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri sebagai bagian dari peringatan Hari Marwah ke 24 Kepri.
Buku tersebut direncanakan diluncurkan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke 25 Kepri tahun 2027 mendatang. Kehadiran buku itu diharapkan menjadi penanda perjalanan panjang perjuangan masyarakat hingga lahirnya Provinsi Kepulauan Riau.
Ketua BP3KR, Huzrin Hood, mengatakan Hari Marwah yang diperingati setiap 15 Mei merupakan momentum mengenang perjuangan masyarakat Kepri di Tugu Raja Haji Fisabilillah pada 2002 silam.
“Hari Marwah adalah semangat menuju kemandirian provinsi. Kepri tidak lahir begitu saja, tetapi diperjuangkan melalui gerakan yang kuat,” ujar Huzrin, Selasa (12/5).
Ia menjelaskan, tim penulis nantinya akan mengumpulkan berbagai informasi, dokumen, serta kesaksian para tokoh terkait proses perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
Tak hanya itu, BP3KR juga berencana mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kepri agar Hari Marwah ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai hari peringatan daerah.
Menurut Huzrin, langkah tersebut penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sejarah lahirnya Provinsi Kepri yang sarat perjuangan dan pengorbanan.
“Kita ingin generasi muda tahu bahwa perjuangan pembentukan Kepri ini sanga dahsyat dan penuh pengorbanan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris BP3KR, Sudirman Almun, mengatakan proses penyusunan buku sejarah tersebut diperkirakan memakan waktu lebih dari satu tahun.
Ia menambahkan, rangkaian Hari Marwah tahun ini akan diisi dengan presentasi tim penyusun buku sejarah, tasyakuran bersama para pejuang pembentukan Kepri, hingga pidato politik BP3KR yang memuat maklumat perjuangan. “Buku ini nantinya akan diluncurkan dalam pesta rakyat sebagai simbol selesainya dokumentasi perjuangan pembentukan provinsi,” ujarnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY