Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Gerakan Masyarakat Madani (GMM) Kota Batam dan Pengurus serta Pengawas Yayasan Nazhir Wakaf Mitra Umat (Yazirat) Batam, Minggu (20/4). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Halalbihalal Idulfitri 1446 H dan Focus Group Discussion (FGD) bertema Pe-ngembangan Investasi Wakaf Tanah itu digelar di Wisma PIH, Batam Center.
Tampak hadir Ketua Umum GMM, Firmansyah; Sekjen GMM Syamsul Ibrahim; Ketua Umum Yazirat, Rudy Budi Suhardi; serta pendiri GMM, Zulkifli Aka. Sejumlah tokoh masyarakat seperti Agussahiman; KH Mustamin Husain; Buralimar; Dato’ Machmur Ismail; Raja Muhsin; Rudi Tan; I Wayan Catra; Zul Aman; dan Agus Bendri juga turut hadir.
Dalam sambutannya, Amsakar menekankan pentingnya pengelolaan wakaf secara profesional dan optimal. Ia menyebut potensi zakat di Batam mencapai Rp21 miliar dan memperkirakan potensi wakaf tak jauh berbeda.
“Kalau kita gali maksimal, tak ada alasan wakaf sesak napas. Pemerintah mendorong tata kelola wakaf yang baik,” ujarnya.
Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Yazirat Batam, Rudy Budi Suhardi, dan berharap yayasan tersebut terus berkembang.
Terkait GMM, Amsakar mengaku memiliki kedekatan khusus dengan organisasi tersebut. Ia menyebut GMM sebagai penyeimbang saat dirinya menghadapi isu politik identitas pada masa Pilwako lalu.
“GMM menjadi penyeimbang saat saya diserang isu politik identitas. Terima kasih GMM,” katanya.
Ia berharap GMM bisa menjadi organisasi formal dan inklusif yang mampu merangkul kemajemukan masyarakat Batam.
“Konsep madani ini sudah dikenal sejak zaman Rasulullah. Piagam Madinah menekankan kesetaraan dan kehidupan bersama yang rukun. Inilah dasar masyarakat madani,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Amsakar menyinggung awal masa pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra yang baru berjalan efektif sekitar 20 hari, mengingat banyaknya hari libur nasional.
“Pagi, siang, petang, malam kami bekerja. Setiap hari saya pulang jam 10 malam. Waktunya terlalu singkat untuk menilai semuanya. Beri kami kesempatan,” ujarnya.
Ia pun meminta doa agar mereka tetap amanah dalam memimpin Kota Batam.
“Doakan ASLI on the track, istikamah dengan amanah di pundak kami. Kekuasaan bisa membuat orang lupa diri. Doakan kami jangan sampai seperti itu,” tutupnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK