Buka konten ini

NEW JERSEY (BP) – Spanyol tidak hanya pulang dengan trofi Piala Dunia 2026. Tim berjuluk La Roja itu juga mencatatkan sejarah baru sebagai tim nasional putra dengan rekor tak terkalahkan terpanjang di sepak bola internasional.
Kemenangan 1-0 atas Argentina pada partai final di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7) WIB, memastikan Spanyol memperpanjang catatan tanpa kekalahan menjadi 38 pertandingan sejak 2024. Rekor tersebut melampaui pencapaian Italia yang membukukan 37 laga tanpa kekalahan sepanjang 2018 hingga 2021.
Prestasi itu sekaligus mengukuhkan dominasi Spanyol dalam sepak bola dunia dalam dua tahun terakhir. Tim besutan Luis de la Fuente mampu mempertahankan identitas permainan berbasis penguasaan bola, umpan-umpan pendek, dan tekanan tinggi yang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol hanya sekali gagal meraih kemenangan, yakni ketika ditahan imbang Tanjung Verde tanpa gol pada laga pembuka fase grup. Setelah itu, mereka menyapu bersih delapan pertandingan berikutnya hingga mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya setelah edisi 2010 di Afrika Selatan.
Bagi Spanyol, gelar tersebut juga mengakhiri penantian selama 16 tahun untuk kembali menjadi kampiun dunia.
Ferran Jadi Penentu
Laga final melawan Argentina berlangsung ketat. Kedua tim saling menciptakan peluang sepanjang waktu normal, tetapi tidak mampu memecah kebuntuan.
Momentum berubah setelah gelandang Argentina Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua sehingga Albiceleste harus bermain dengan 10 orang saat memasuki babak tambahan.
Keunggulan jumlah pemain akhirnya dimanfaatkan Spanyol. Penyerang pengganti Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada menit ke-106 melalui penyelesaian kaki kiri yang gagal dihentikan Emiliano Martínez.
Gol tunggal tersebut memastikan Spanyol menang 1-0 sekaligus membawa pulang trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka.
Usai pertandingan, Ferran mengatakan gol tersebut dipersembahkan untuk seluruh rakyat Spanyol.
“Gol itu milik 47 juta rakyat Spanyol, bukan hanya milik saya ataupun 26 pemain,” ujar Ferran kepada FIFA.
Pemain Barcelona itu mengaku banyak menerima kritik sepanjang turnamen. Karena itu, gol di partai final menjadi jawaban atas keraguan yang sempat diarahkan kepadanya.
“Saya banyak dikritik selama Piala Dunia, tetapi saya terus percaya dan berjuang,” katanya.
Era Baru Spanyol
Keberhasilan menjuarai Euro 2024 dan Piala Dunia 2026 mempertegas lahirnya generasi emas baru Spanyol.
Perpaduan pemain muda seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsí, dan Pedri dengan para pemain senior seperti Rodri, Dani Olmo, serta Ferran Torres membuat La Roja dinilai memiliki fondasi kuat untuk mendominasi sepak bola dunia dalam beberapa tahun ke depan.
Rekor 38 pertandingan tanpa kekalahan menjadi bukti konsistensi mereka, sekaligus menempatkan Spanyol di atas Italia dan Argentina dalam daftar negara dengan catatan tak terkalahkan terpanjang sepanjang sejarah sepak bola internasional putra. (*/Antara)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK
