Buka konten ini

wilayah melampaui 38 derajat Celsius. Foto: Richard A. Brooks/AFP/Getty Images
TOKYO (BP) – Jepang resmi memasuki musim panas setelah Badan Meteorologi Jepang mengumumkan berakhirnya musim hujan di wilayah Tokyo dan Nagoya. Bersamaan dengan itu, Tokyo mencatat hari pertama tahun ini dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius, yang masuk kategori cuaca sangat panas.
Dikutip dari Kyodo, Senin (20/7), hampir seluruh wilayah Jepang juga mendapat peringatan risiko sengatan panas (heatstroke) pada hari terakhir libur panjang selama tiga hari.
Badan Meteorologi Jepang mencatat suhu udara telah mencapai sedikitnya 30 derajat Celsius di lebih dari 600 dari total 914 titik pengamatan pada Senin pagi. Kondisi tersebut menunjukkan gelombang panas telah meluas ke sebagian besar wilayah negara itu.
Musim hujan di wilayah Kanto-Koshin yang meliputi Tokyo berakhir sekitar 22 hari lebih lambat dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, musim hujan di wilayah Tokai yang berpusat di Nagoya juga berakhir sekitar 23 hari lebih lambat.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang telah lebih dahulu mengumumkan berakhirnya musim hujan di wilayah Kyushu pada 13 Juli.
Meski musim hujan telah usai, cuaca ekstrem kini menjadi perhatian utama. Badan Meteorologi memperkirakan suhu tinggi masih akan melanda wilayah Jepang bagian timur dan barat sepanjang pekan ini.
Pemerintah Jepang bersama otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat terik, memperbanyak konsumsi air putih, serta menggunakan pendingin ruangan bila diperlukan guna mencegah sengatan panas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang semakin sering mengalami musim panas dengan suhu ekstrem. Gelombang panas yang berkepanjangan tidak hanya meningkatkan risiko gangguan kesehatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, hingga meningkatnya kebutuhan listrik akibat tingginya penggunaan pendingin udara. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY
