Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Presiden Prabowo Subianto menjelaskan salah satu tujuan utama pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah untuk menghilangkan praktik rentenir yang selama ini membebani petani.
Menurutnya, koperasi juga akan memangkas rantai pasok perdagangan bahan pokok yang dinilai membuat petani dan konsumen tidak memperoleh manfaat optimal.
Dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7), Prabowo menyebut, pemerintah untuk pertama kalinya akan memiliki kendali rantai pasok hingga tingkat desa lewat Kopdes Merah Putih. Nantinya, pemerintah dapat memantau ketersediaan barang dan lebih cepat mengendalikan inflasi.
“Saudara-saudara, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain dari pusat sampai ke desa,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, keberadaan rantai pasok yang terintegrasi akan mengurangi potensi kelangkaan barang akibat penimbunan maupun distribusi yang tidak merata. Terlebih pada momentum hari raya. “Tidak bisa nanti ada barang langka, tidak bisa nanti ada menimbun barang di saat kritis mau Idul Fitri barang langka, mau tahun baru barang langka, tidak bisa karena kita akan mengerti di mana langka, di mana lebih,” ujarnya.
Prabowo menuturkan, tujuan awal pembentukan Kopdes Merah Putih adalah memberantas praktik rentenir yang selama ini menjadi beban petani.
“Rentenir itu hidupnya adalah dengan mengisap darahnya petani kita. Dengan bunga 1 persen sehari tidak mungkin petani produsen kita bangkit,” tegasnya.
Dalam perkembangannya, pemerintah menemukan bahwa pembenahan rantai pasok melalui koperasi berpotensi menghasilkan efisiensi ekonomi yang besar.
Berdasarkan hasil riset yang disampaikan Menteri Pertanian, lanjut Prabowo, rantai distribusi bahan pokok saat ini melibatkan banyak perantara, mulai dari pedagang pengumpul, distributor, subdistributor, pedagang grosir, hingga pedagang ritel sebelum sampai ke konsumen.
“Ternyata setelah diriset oleh Menteri Pertanian, keuntungannya yang diambil oleh pihak penengah ini adalah 30 sampai 40 persen,” ungkap Prabowo.
Ia menyebut kondisi tersebut membuat petani dan konsumen hanya menikmati sekitar 30 persen nilai ekonomi, sementara sekitar 40 persen dinikmati para perantara (middleman).
Prabowo menilai model Kopdes Merah Putih dapat memangkas margin rantai pasok menjadi sekitar 5 hingga 10 persen. Dengan begitu, manfaat ekonomi yang lebih besar dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat sebagai konsumen.
“Saya kira koperasi ambil 5 persen sudah cukup, berarti sisanya bisa dinikmati petani dan konsumen. Ini adalah keamanan ekonomi jangka panjang,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, saat ini lebih dari 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih telah mulai beroperasi. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan karena usia operasional koperasi yang masih relatif baru. Baik persoalan air, listrik, hingga masalah akses internet.
Meski masih menghadapi berbagai kekurangan, Prabowo mengaku menerima laporan bahwa pembangunan Kopdes merah putih dapat dipercepat hingga mencapai 30.000 unit pada akhir tahun ini.
Setiap Kopdes akan dilengkapi gudang dan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) untuk menampung hasil panen petani. Dengan demikian, hasil produksi pertanian tidak mudah rusak dan dapat disimpan lebih lama.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sarana pendukung lainnya seperti armada angkutan, gerai usaha, layanan obat generik murah, hingga bengkel perbaikan alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Tiap koperasi akan punya dua truk. Sekarang mungkin baru satu dan akan datang secara bertahap. Tiap koperasi akan punya gerai-gerai. Tiap koperasi akan menjual obat generik murah. Tiap koperasi akan punya bengkel untuk memperbaiki alsintan,” katanya.
Prabowo menambahkan, Kopdes ini juga akan menjadi saluran distribusi berbagai barang subsidi pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, ia menegaskan barang subsidi tidak boleh diperjualbelikan untuk kepentingan pihak tertentu.
Kepala Negara optimis Kopdes Merah Putih akan menjadi langkah besar karena koperasi yang dibangun bukan hanya berbentuk badan hukum, tetapi juga memiliki fasilitas yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
