Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Panggung Piala Dunia 2026 sejauh ini menjadi milik Kylian Mbappe. Ketajaman penyerang Prancis itu bukan hanya terlihat dari kontribusinya membawa Les Bleus melaju hingga semifinal, tetapi juga tercermin dalam Power Rankings FIFA yang dirilis menjelang empat besar turnamen.
Dalam daftar tersebut, Mbappe dinobatkan sebagai pemain dengan kemampuan menyerang terbaik. Bintang Real Madrid itu mengoleksi nilai 8,98, tertinggi dibanding seluruh pemain yang masih maupun sudah tersingkir dari Piala Dunia.
Penilaian FIFA tidak semata-mata menghitung jumlah gol. Power Rankings disusun berdasarkan kontribusi pemain saat menyerang, kreativitas dalam membangun serangan, hingga kemampuan bertahan. Dengan kata lain, pemain dinilai dari pengaruhnya terhadap permainan secara keseluruhan.
Tak mengherankan bila Mbappe berada di puncak. Kecepatan, penyelesaian akhir, serta kemampuannya menciptakan ruang membuatnya menjadi ancaman bagi setiap lawan yang dihadapi Prancis.
Di bawah Mbappe, Jude Bellingham menempati posisi kedua kategori menyerang dengan skor 8,25. Meski Inggris baru akan memainkan semifinal, gelandang muda tersebut menunjukkan pengaruh besar dalam setiap fase permainan The Three Lions.
Menariknya, Lionel Messi masih mampu bersaing di level tertinggi. Kapten Argentina itu berada di posisi ketiga kategori menyerang dengan nilai 8,08. Di usia yang tak lagi muda, Messi tetap menjadi pusat permainan Albiceleste dan membuktikan kualitasnya belum memudar.
Nama Erling Haaland dan Johan Manzambi melengkapi lima besar pemain menyerang terbaik.
Tak hanya lini depan, FIFA juga mengungkap siapa pemain paling kreatif sepanjang turnamen. Michael Olise menjadi yang terbaik dengan nilai 8,31. Winger Prancis tersebut dinilai paling efektif dalam mengalirkan bola, membuka ruang, serta menciptakan peluang bagi rekan setimnya.
Anthony Gordon, Jeremy Doku, Mbappe, hingga wonderkid Spanyol Lamine Yamal menyusul di belakang Olise. Kehadiran Yamal dalam daftar elite dunia menjadi bukti bahwa pemain berusia 19 tahun itu telah berkembang menjadi salah satu motor serangan paling berbahaya di Piala Dunia kali ini.
Sementara itu, sektor bertahan dikuasai Rodri. Gelandang Spanyol tersebut memperoleh nilai 7,91 berkat kemampuannya memutus serangan lawan melalui tekel, intersepsi, maupun pembacaan permainan.
Rodri diikuti Pedro Porro, Luc de Fougerolles, Aymeric Laporte, dan Dayot Upamecano. Kehadiran dua pemain Spanyol dalam lima besar kategori bertahan menunjukkan bahwa kekuatan La Furia Roja tak hanya terletak pada penguasaan bola, tetapi juga disiplin menjaga lini belakang.
Jika dicermati, daftar Power Rankings FIFA memperlihatkan dominasi para semifinalis. Prancis menjadi negara dengan representasi terbanyak melalui Mbappe, Olise, dan Upamecano. Spanyol menyusul lewat Rodri, Pedro Porro, Aymeric Laporte, serta Lamine Yamal.
Hal itu menunjukkan bahwa keberhasilan melaju hingga empat besar bukan semata hasil permainan kolektif, melainkan juga ditopang performa individu yang konsisten sepanjang turnamen.
Namun, statistik hanyalah cerminan perjalanan hingga semifinal. Di fase gugur, satu kesalahan kecil dapat menghapus semua catatan impresif yang telah dibangun. Karena itu, para pemain yang kini menghuni puncak Power Rankings FIFA masih dituntut membuktikan bahwa status mereka benar-benar mampu membawa negaranya melangkah ke final dan, pada akhirnya, mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. (*/Antara)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK
