Buka konten ini

LUBUKBAJA (BP) – Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam kembali melahirkan ratusan sarjana dan magister baru. Sebanyak 335 lulusan dari berbagai program studi resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Genap XIV yang berlangsung khidmat di Grand Galaxy Ballroom, Planet Holiday, Batam, Selasa (2/6).
Wisuda ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi para mahasiswa, tetapi juga menjadi awal perjalanan baru untuk berkontribusi di dunia kerja, industri, dan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta transformasi digital.
Prosesi wisuda dipimpin Ketua Senat UIS, Sudianto, yang secara resmi membuka sidang senat terbuka. Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Novriadi, Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Syamsi Hari, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor.
Dari total 335 wisudawan, sebanyak 18 lulusan berasal dari Program Studi S1 Akuntansi, 162 S1 Manajemen, 47 S2 Manajemen, 67 Teknik Industri, 28 Teknik Informatika, enam Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta tujuh Kesehatan Lingkungan.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Novriadi, mengingatkan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.
Menurutnya, gelar akademik yang diraih para wisudawan bukan sekadar simbol keberhasilan pendidikan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui karya dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak hanya melahirkan intelektual yang cerdas, tetapi juga insan yang berakhlak. Wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa perubahan global yang berlangsung cepat menuntut lulusan untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Sementara itu, Rektor UIS, Larisang, menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir proses pendidikan, melainkan titik awal pengabdian ilmu yang telah diperoleh selama menempuh studi. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO