Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Penurunan harga avtur diperkirakan akan mulai berdampak pada tarif penerbangan internasional maupun domestik. Maskapai TransNusa mengungkapkan, harga avtur telah turun sekitar 15-20 persen, sehingga harga tiket pesawat ikut mengalami penyesuaian, termasuk untuk penerbangan domestik yang telah diturunkan hingga 10 persen.
Group CEO TransNusa Datuk Bernard Francis mengatakan, harga tiket pesawat sangat bergantung pada biaya bahan bakar. Menurutnya, pada semester pertama 2026 harga avtur sempat melonjak akibat berbagai kondisi global sehingga maskapai harus menyesuaikan tarif.
”Harga tiket itu harus kompetitif karena kita dalam persaingan. Kedua, dipengaruhi harga fuel. Semester pertama harga fuel melonjak tinggi karena masalah-masalah di dunia,” ujar Bernard kepada wartawan, Selasa (21/7).
Kini, lanjut Bernard, harga avtur mulai turun sekitar 15-20 persen. Kondisi tersebut membuat maskapai mulai menurunkan harga tiket agar sejalan dengan penurunan biaya operasional.
”Tapi sekarang kami merasa harganya sudah turun kurang lebih 15 hingga 20 persen. Jadi harga tiketnya juga akan menyusul mengikuti harga fuel. Untuk domestik ini kami sudah turunkan 10 persen,” katanya.
Ia menambahkan, untuk penerbangan internasional, penyesuaian tarif juga dilakukan agar TransNusa tetap mampu bersaing dengan maskapai lain.
”Untuk internasional kami harus tetap kompetitif dibandingkan dengan maskapai-maskapai yang lain,” ucap Bernard.
Menurutnya, penurunan harga tiket akan terus mengikuti perkembangan harga avtur. Apabila biaya bahan bakar tetap berada pada level yang lebih rendah, maskapai berpeluang mempertahankan tarif yang lebih kompetitif bagi penumpang, baik di rute domestik maupun internasional. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
