Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Ferrari resmi memperkenalkan Luce, mobil listrik murni pertama dalam sejarah perusahaan. Namun, alih-alih menuai pujian, kendaraan tersebut justru mendapat banyak kritik, terutama terkait desain eksterior yang dinilai jauh dari identitas khas Ferrari.
Kontroversi muncul tidak lama setelah mobil itu diperkenalkan. Bahkan mantan Chairman dan CEO Ferrari, Luca di Montezemolo, secara terbuka mengaku tidak menyukai desain Luce.
Menurut Luca, Ferrari berisiko kehilangan jati dirinya jika terlalu jauh meninggalkan karakter yang selama ini melekat pada merek asal Italia tersebut.
“Jika saya mengatakan apa yang sebenarnya saya pikirkan, saya akan menyakiti Ferrari. Kita mempertaruhkan kehancuran sebuah legenda,” ujarnya kepada media Italia.
Kritik serupa juga datang dari Matteo Salvini. Ia menilai desain Luce tidak mencerminkan Ferrari yang selama ini dikenal dunia.
Respons negatif publik bahkan berdampak pada pasar. Setelah peluncuran Luce, saham Ferrari dilaporkan turun di bursa Italia maupun Amerika Serikat.
Meski demikian, Ferrari tetap optimistis. Perusahaan berharap Luce mampu menarik konsumen baru, terutama kalangan kaya yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Luce hadir sebagai mobil listrik empat pintu dengan kapasitas lima penumpang. Mobil ini dibekali empat motor listrik yang menghasilkan tenaga hingga 1.035 hp atau setara 772 kW. Ferrari mengklaim Luce mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam 2,5 detik.
Dari sisi desain, Ferrari bekerja sama dengan studio desain LoveFrom yang didirikan oleh Jony Ive dan Marc Newson. Keduanya diberi kebebasan untuk menciptakan tampilan yang berbeda dari Ferrari pada umumnya.
Bagian kabin justru mendapat banyak pujian. Ferrari mengurangi penggunaan layar sentuh dan kembali menghadirkan tombol, sakelar, serta kenop fisik yang dinilai lebih mudah digunakan saat berkendara.
Untuk sumber tenaga, Luce menggunakan baterai berkapasitas 122 kWh dengan teknologi 800 volt. Sistem pengisian cepat hingga 350 kW memungkinkan baterai terisi 70 kWh hanya dalam waktu sekitar 20 menit.
Ferrari membanderol Luce sekitar 520 ribu euro atau setara Rp9,7 miliar. Pemesanan di Eropa akan dibuka akhir tahun ini, sementara pasar Amerika Utara baru akan mendapatkannya pada kuartal kedua 2027.
Meski dibekali teknologi canggih dan performa tinggi, tantangan terbesar Ferrari saat ini bukan soal kecepatan, melainkan meyakinkan penggemarnya bahwa mobil listrik tetap bisa membawa semangat dan identitas Ferrari ke masa depan. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI