Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Banyak orang mengira pagi yang menyenangkan dimulai saat alarm berbunyi. Padahal, menurut psikologi, suasana hati di pagi hari sangat dipengaruhi oleh apa yang dilakukan pada malam sebelumnya.
Cara Anda menutup hari berdampak besar pada kualitas tidur, kondisi emosional, hingga cara otak “memulai ulang” keesokan harinya.
Jika Anda sering bangun dengan perasaan lelah, cemas, atau tidak bersemangat, mungkin sudah saatnya memperbaiki rutinitas malam.
Dilansir dari Expert Editor, ada tujuh kebiasaan malam yang terbukti secara psikologis dapat membantu Anda bangun dengan suasana hati lebih ceria.
1. Menutup Hari dengan Refleksi Positif
Luangkan beberapa menit sebelum tidur untuk mengingat hal-hal baik yang terjadi sepanjang hari, sekecil apa pun itu.
Secara psikologis, kebiasaan ini melatih otak untuk lebih fokus pada hal positif. Ini penting karena otak cenderung lebih mudah mengingat hal negatif (negativity bias).
Hasilnya, Anda tidur dengan pikiran lebih ringan dan bangun dengan perspektif yang lebih optimistis.
2. Menjauh dari Layar Minimal Satu Jam Sebelum Tidur
Paparan layar dari ponsel atau laptop dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur.
Selain itu, konsumsi informasi berlebihan seperti media sosial atau berita juga membuat pikiran tetap aktif, bahkan memicu kecemasan.
Mengurangi penggunaan layar membantu otak lebih rileks, sehingga Anda lebih mudah tidur nyenyak dan bangun dengan perasaan segar.
3. Menyiapkan Hal Kecil untuk Esok Hari
Menyiapkan pakaian, membuat daftar tugas, atau merencanakan sarapan mungkin terlihat sepele. Namun, dalam psikologi, hal ini membantu mengurangi beban kognitif (cognitive load). Anda tidak perlu mengambil banyak keputusan saat baru bangun.
Akibatnya, pagi terasa lebih ringan dan bebas dari stres.
4. Mengelola Overthinking dengan “Waktu Khawatir”
Jika sering berpikir berlebihan sebelum tidur, cobalah menyediakan waktu khusus selama 10–15 menit untuk menuliskan hal-hal yang mengganggu pikiran.
Teknik ini membantu “mengatur” kekhawatiran agar tidak muncul saat waktu tidur.
Secara psikologis, cara ini efektif mengurangi kecemasan yang bisa terbawa hingga pagi hari.
5. Melakukan Rutinitas Relaksasi yang Konsisten
Aktivitas sederhana seperti membaca buku, mandi air hangat, atau mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu tubuh bersiap untuk tidur.
Dalam psikologi, ini disebut conditioning, yaitu membentuk kebiasaan yang memberi sinyal pada otak bahwa waktu istirahat telah tiba.
Semakin rileks Anda sebelum tidur, semakin baik kualitas tidur yang didapatkan.
6. Menghindari Konten atau Percakapan Negatif
Diskusi konflik, berita buruk, atau konten emosional sebelum tidur dapat meninggalkan jejak emosi di pikiran.
Emosi tersebut tidak hilang saat tidur, bahkan bisa memengaruhi mimpi dan suasana hati saat bangun.
Karena itu, usahakan menutup hari dengan suasana yang lebih netral atau positif.
7. Menetapkan Niat untuk Hari Esok
Sebelum tidur, tanyakan pada diri sendiri: apa satu hal yang ingin Anda rasakan atau capai besok?
Ini dikenal sebagai mental priming, yaitu memberi arah pada pikiran bawah sadar.
Dengan tujuan yang jelas, Anda akan bangun dengan perasaan lebih terarah dan siap menjalani hari. Bangun dengan suasana hati yang baik bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kebiasaan yang dibangun secara konsisten, terutama pada malam hari.
Perubahan kecil sebelum tidur dapat:
•menenangkan pikiran,
•mengurangi stres,
•meningkatkan kualitas tidur, dan
•mempersiapkan mental untuk hari berikutnya.
Dengan kata lain, malam yang baik adalah kunci dari pagi yang lebih bahagia. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI