Buka konten ini

BATAM (BP) – PUSKOP Credit Union Indonesia (PUSKOPCUINA) menegaskan bahwa keberadaan Credit Union tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan aset lembaga, tetapi juga pada penguatan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga.
Komitmen itu kembali ditegaskan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-37 Tahun Buku 2025 yang digelar di Batam.
Melalui tema “Bersama PUSKOPCUINA, CU Sehat, Anggota Sejahtera”, forum tersebut menempatkan kesejahteraan anggota sebagai tujuan utama gerakan koperasi modern.
Sebanyak 350 peserta dari 45 Credit Union primer di berbagai daerah hadir untuk menyusun langkah bersama agar lembaga keuangan berbasis anggota ini semakin mampu membimbing masyarakat menuju kemandirian ekonomi.
Ketua Pengurus PUSKOPCUINA, A. Alibata, mengatakan bahwa Credit Union selama ini hadir bukan sekadar sebagai tempat simpan pinjam, melainkan sebagai lembaga pendidikan keuangan bagi anggota.
Menurutnya, setiap anggota didorong agar memiliki perencanaan keuangan yang sehat mulai dari menabung, mengatur pengeluaran, hingga menyiapkan dana masa depan.
“Credit Union ini bukan hanya bicara soal pinjaman, tetapi bagaimana anggota dibimbing mengelola keuangan secara benar supaya kehidupan keluarganya lebih terarah dan sejahtera,” ujar Alibata di sela pelaksanaan RAT di Batam.
Ia menegaskan, orientasi utama gerakan Credit Union adalah membentuk kebiasaan finansial yang disiplin di tengah masyarakat. Melalui pendampingan rutin, anggota diajarkan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola utang secara sehat, serta merencanakan pendidikan anak hingga persiapan hari tua.
Menurut Alibata, kekuatan utama Credit Union terletak pada pendidikan anggota yang dilakukan secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut membuat anggota tidak hanya mendapatkan akses keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakan uang secara bijak untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.
Dari sisi kelembagaan, PUSKOPCUINA saat ini menaungi lebih dari 659 ribu anggota di 20 provinsi dengan total aset gerakan mencapai Rp9,4 triliun. Besarnya aset itu dinilai bukan semata ukuran keberhasilan finansial lembaga, tetapi juga cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis kebersamaan.
“Yang kami bangun bukan hanya lembaga yang sehat, tetapi anggota yang sehat secara keuangan. Kalau anggota kuat, maka keluarga kuat, dan akhirnya masyarakat juga menjadi lebih mandiri,” katanya.
Dalam RAT tersebut, para peserta juga membahas penguatan layanan pendidikan keuangan yang lebih adaptif dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital agar anggota lebih mudah mengakses informasi terkait perencanaan keuangan pribadi maupun usaha kecil yang mereka jalankan.
Melalui penguatan peran tersebut, PUSKOPCUINA berharap Credit Union tetap menjadi mitra masyarakat dalam membangun masa depan ekonomi yang lebih stabil.
Di tengah tekanan ekonomi global, lembaga ini ingin memastikan bahwa setiap anggota tidak hanya memiliki akses terhadap dana, tetapi juga kemampuan merencanakan keuangan untuk kehidupan yang lebih sejahtera. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI