Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Sejumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Provinsi Kepulauan Riau berhasil lolos seleksi awal program bantuan pemerintah bidang kebahasaan dan kesastraan tahun 2026.
Program tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dari total 132 TBM yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri, delapan di antaranya berhasil melewati tahap kurasi awal. TBM tersebut yakni Taman Baca Ribka Ricci Marina Batam, TBM Abiyasa Bengkong Batam, TBM Sayang Anak Batam, TBM Berkah Ilmu Cendekia Batam, Komunitas Mutiara Tanjungpinang, Rumah Literasi Cik Puan Karimun, Rumah Baca Enisa Murof Natuna, serta TBM Pesona Ilmu Anambas.
Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Kepri, Harken, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan konsistensi para pegiat literasi di daerah.
“Ini hasil dari kerja bersama, konsistensi, dan komitmen panjang dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat,” ujar Harken, Rabu (22/4).
Ia menilai, keberhasilan ini menunjukkan geliat literasi di Kepri yang terus berkembang secara progresif, adaptif, dan mulai memberi dampak nyata. Menurutnya, TBM kini tidak lagi sekadar ruang membaca, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat berbasis literasi.
“TBM menjadi ruang tumbuh, tempat anak-anak belajar, sekaligus mendorong masyarakat lebih berdaya. Ini kontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia unggul,” katanya.
Harken menambahkan, TBM di Kepri juga mulai mengintegrasikan pendekatan kebudayaan dalam kegiatannya, sejalan dengan karakter wilayah kepulauan yang kaya akan nilai budaya.
Meski demikian, ia mengakui pengelolaan TBM selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dari sisi sumber daya dan kapasitas pengelola.
Karena itu, Forum TBM Kepri akan terus mendorong peningkatan kapasitas pengelola serta inovasi program yang berbasis kebutuhan lokal. “Kami ingin TBM naik kelas menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong penguatan kolaborasi antara TBM, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta sektor swasta agar gerakan literasi dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Harapannya, TBM di Kepri semakin kuat, berdaya saing, dan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dari daerah,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY