Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, berharap pemikiran dan gagasan yang telah ia rintis dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya. Ia menyadari, ide-ide tersebut membutuhkan proses panjang sebelum bisa diterapkan secara luas.
Hal itu disampaikannya saat merayakan ulang tahun ke-70 di Jakarta, Selasa (21/4). Bagi Jimly, peringatan tersebut bukan sekadar mengenang perjalanan hidup, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat pentingnya keberlanjutan gagasan di bidang ketatanegaraan.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan dalam memperjuangkan ide-ide tersebut agar terus hidup dan berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dalam kesempatan itu, Jimly juga mengungkapkan rasa syukur karena dapat merayakan hari spesial bersama sejumlah tokoh, di antaranya Yusril Ihza Mahendra, Mahfud MD, dan Hatta Ali. Ia mengaku baru saja keluar dari rumah sakit sehari sebelumnya, namun tetap berusaha hadir untuk menyampaikan rasa terima kasih.
Memasuki usia 70 tahun, Jimly telah menghasilkan lebih dari 80 buku. Ia berharap karya-karya tersebut dapat memberi manfaat nyata dan menjadi kontribusi bagi bangsa.
Sementara itu, Yusril mengenang kedekatannya dengan Jimly sejak aktif di lingkungan Masjid Al-Azhar hingga Universitas Indonesia. Ia juga mengingat momen ketika keduanya kembali bertemu dalam perjalanan karier hingga sama-sama meraih jabatan guru besar.
Yusril turut menilai sikap Jimly yang tidak tertarik terjun ke partai politik menjadi salah satu alasan kuat dirinya layak memimpin Mahkamah Konstitusi.
Di sisi lain, Mahfud MD mengapresiasi peran besar Jimly dalam merintis dan membangun fondasi Mahkamah Konstitusi. Menurutnya, lembaga tersebut sudah berdiri kokoh saat ia melanjutkan kepemimpinan, berkat kerja keras Jimly sejak awal pembentukan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO