Buka konten ini

BINTAN (BP) – Perjalanan menjemput cucu berakhir tragis. Seorang ibu rumah tangga (IRT), Yarmi, 51, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lama Tanjungpinang–Tanjunguban Km 64, Selasa (21/4) sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban merupakan warga RT 004 RW 009, Kampung Purwodadi, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong.
Peristiwa ini sempat terekam dalam video yang beredar di masyarakat. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat tergeletak di aspal mengenakan helm hitam, sementara warga dan petugas kesehatan berupaya memberikan pertolongan serta mengevakuasi korban.
Suhaiti, warga setempat yang rumahnya berada di pinggir jalan lokasi kejadian, mengaku awalnya mendengar teriakan keras.
“Saya dengar teriakan, lalu disusul suara benturan keras. Saya langsung keluar rumah,” ujar Suhaiti, Rabu (22/4).
Saat tiba di lokasi, ia melihat korban sudah dalam posisi telungkup bersama dua anak kecil. Ia berusaha menyelamatkan keduanya, namun kesulitan karena tubuh anak-anak tersebut terikat kain yang menyatu dengan korban.
“Saya mau menarik tidak bisa. Ternyata kedua anak itu diikat pakai kain, jadi jatuhnya bersamaan,” katanya.
Ia kemudian meminta bantuan warga lain untuk melepaskan ikatan tersebut. Setelah berhasil, kedua anak langsung dibawa ke rumahnya untuk diamankan.
Suhaiti juga melihat tali tas dan jas hujan korban terlilit di gir sepeda motor yang digunakan.
Sekitar 30 menit setelah kejadian, ambulans tiba dan membawa korban ke puskesmas terdekat. Namun nyawanya tidak tertolong.
Suami korban, Saam, 57, mengaku tidak menyangka kepergian istrinya. Ia mengatakan, pagi sebelum kejadian, sang istri masih sempat menyiapkan sarapan sebelum dirinya berangkat kerja.
Ia baru menerima kabar kecelakaan sekitar pukul 11.00 WIB saat berada di tempat kerja di kawasan Lagoi. Saat hendak menyusul ke rumah sakit, ia kembali mendapat kabar bahwa istrinya telah meninggal dunia.
Saam menjelaskan, sebelum kecelakaan, istrinya menjemput keponakan mereka yang berusia 2 tahun, lalu menjemput cucu berusia 6 tahun yang baru selesai mengikuti pawai di Sungai Kecil. “Posisinya, istri di depan, keponakan di tengah, dan cucu di belakang,” ujarnya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY