Buka konten ini

SEOUL (BP) – Angka kelahiran di Korea Selatan (Korsel) menunjukkan tren positif dengan kenaikan selama 20 bulan berturut-turut. Data terbaru ini memberi sinyal awal pemulihan dari krisis angka kelahiran rendah yang telah berlangsung lama.
Berdasarkan data Kementerian Statistik Korsel yang Rabu (22/4), jumlah bayi yang lahir pada Februari mencapai 22.898, meningkat 13,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren kenaikan ini tercatat sejak Juli 2024.
Meski demikian, tingkat kesuburan total yakni rata-rata jumlah anak yang diperkirakan dilahirkan seorang perempuan sepanjang hidupnya baru naik dari 0,83 menjadi 0,93. Angka ini masih jauh di bawah tingkat penggantian populasi sebesar 2,1 kelahiran per perempuan.
Di sisi lain, angka pernikahan justru mengalami penurunan. Pada Februari, jumlah pernikahan tercatat 18.557 atau turun 4,2 persen secara tahunan.
Sementara itu, angka perceraian juga menurun cukup signifikan sebesar 15,6 persen menjadi 6.197 kasus. Untuk angka kematian, tercatat sebanyak 29.172 jiwa atau turun 3,5 persen dibandingkan Februari tahun lalu.
Meski terjadi peningkatan angka kelahiran, Korea Selatan masih menghadapi penurunan populasi alami. Selisih antara jumlah kematian dan kelahiran tercatat minus 6.275 pada Februari. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan demografi di negara tersebut masih cukup besar, meskipun ada tanda-tanda perbaikan dalam tren kelahiran. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY