Buka konten ini

BATAM (BP) – Ajang Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) tak hanya menjadi panggung syiar keagamaan, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam mencatat, bazar UMKM yang digelar selama kegiatan tersebut mampu membukukan omzet fantastis hingga Rp640 juta hanya dalam waktu sepekan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa geliat pelaku usaha mikro di Batam semakin menjanjikan, terutama ketika didukung event berskala besar.
“Dalam bazar ini kami melibatkan sekitar 150 pelaku usaha mikro dari seluruh kecamatan dan organisasi mitra. Total transaksi dari 10 hingga 15 April mencapai Rp640 juta,” ujarnya, Selasa, (22/4).
Dari total tersebut, sektor kuliner menjadi tulang punggung dengan kontribusi terbesar mencapai Rp432 juta. Sementara sisanya berasal dari produk cemilan, oleh-oleh kemasan, kerajinan, hingga fesyen.
Menariknya, Kecamatan Bengkong tampil sebagai raja penjualan dengan capaian Rp40 juta. Disusul Batam Kota Rp25 juta dan Sekupang Rp18 juta. Wilayah lain seperti Batu Aji, Lubuk Baja, hingga kawasan hinterland juga turut menyumbang transaksi, meski dengan angka yang lebih kecil.
“Ini menunjukkan daya beli masyarakat dan antusiasme terhadap produk lokal cukup tinggi, terutama di Bengkong,” tambah Salim.
Tak sekadar mendorong transaksi, bazar ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan. Diskum membuka layanan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di lokasi, memudahkan pelaku UMKM mengurus legalitas usaha secara langsung.
Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, hingga pendaftaran merek dagang dapat diakses selama kegiatan berlangsung. Tercatat, sedikitnya 12 pelaku usaha langsung memanfaatkan layanan tersebut.
“Ini bagian dari upaya kami agar UMKM tidak hanya laku secara penjualan, tetapi juga kuat dari sisi legalitas dan siap bersaing di pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Pemko Batam berharap pola kolaborasi antara event besar dan pemberdayaan UMKM seperti ini terus diperluas. Selain mendongkrak omzet, pendekatan ini dinilai efektif mempercepat naik kelasnya pelaku usaha mikro di daerah. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI