Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Panitia Kerja Air Minum Dalam Kemasan (Panja AMDK) Komisi VII DPR RI menyampaikan penghargaan atas langkah PT Tirta Investama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Perusahaan produsen air minum bermerek Aqua tersebut dinilai telah berperan aktif melalui pembangunan sumur resapan serta pengelolaan daur ulang plastik.
Ketua Tim Panja, Evita Nursanty, mengatakan berbagai program yang dipaparkan perusahaan terbukti berjalan di lapangan. Hal itu terlihat saat kunjungan langsung, mulai dari keberadaan sumur resapan, sumur pantau, hingga kegiatan penghijauan yang dinilai telah terlaksana dengan baik.
Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan ke pabrik Aqua di Klaten pada Kamis (9/4). Evita menjelaskan, perusahaan juga membangun sumur pantau untuk mengawasi debit air yang diambil setiap hari, sehingga potensi eksploitasi air tanah dapat diminimalkan.
Ia menambahkan, pada titik sumur pompa telah dipasang perangkat pemantauan digital yang memungkinkan pengambilan air terukur dan terawasi secara real-time.
Anggota Panja AMDK lainnya, Eva Monalisa, turut menyoroti hasil positif, khususnya dalam pengelolaan limbah plastik dan upaya konservasi air. Ia juga mengapresiasi program penyediaan air bersih bagi masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurutnya, terdapat tiga hingga empat desa di sekitar sumber mata air yang telah difasilitasi sumur khusus oleh Aqua untuk memenuhi kebutuhan warga, sehingga program tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Eva menegaskan, pengawasan penggunaan air dilakukan melalui sumur pantau, sehingga debit tetap terkendali dan risiko penurunan muka tanah dapat dicegah. Ia pun menilai isu eksploitasi air tidak terbukti, berdasarkan hasil peninjauan langsung ke lokasi pabrik dan sumber air.
Ke depan, ia berharap praktik serupa dapat diterapkan oleh seluruh pelaku industri AMDK di Indonesia. Panja juga berencana melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan lain guna mendorong peran aktif industri dalam menjawab berbagai persoalan yang ada.
Sementara itu, Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Sejak 2021, Aqua bekerja sama dengan BRIN untuk mengukur dampak pengelolaan air melalui metode Volumetric Water Benefit Accounting (VWBA).
Kerja sama tersebut bertujuan memastikan berbagai program konservasi, seperti pembangunan sumur resapan dan penanaman pohon, mampu mengembalikan air ke alam dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan yang digunakan dalam proses produksi, sejalan dengan target Positive Water Impact 2030.
Dari sisi kemasan, Vera menjelaskan bahwa Aqua menggunakan galon guna ulang yang dinilai lebih ramah lingkungan. Selain lebih efisien dalam penggunaan energi, sistem ini juga membantu menekan kebutuhan plastik baru.
Ia menambahkan, saat ini terdapat dua jenis galon yang digunakan, yakni berbahan polikarbonat dan PET. Keduanya telah memenuhi standar keamanan yang sama serta terus dipantau masa pakainya sebelum dikembalikan ke pabrik. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO