Buka konten ini

BEIRUT (BP) – Serangan militer Israel di wilayah selatan Lebanon dilaporkan menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai sejumlah warga. Insiden terbaru ini memperparah eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan paling mematikan terjadi di sebuah desa dekat Sidon yang menewaskan delapan orang. Sementara itu, sembilan orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Di wilayah lain, tepatnya di distrik Nabatieh, serangan udara kembali menelan korban jiwa. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas, termasuk tiga petugas layanan darurat yang tengah menjalankan tugas penyelamatan. Serangan terhadap tenaga medis ini memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Secara keseluruhan, jumlah korban sejak konflik meningkat pada 2 Maret telah melampaui 2.000 orang. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 2.020 orang meninggal dunia dan lebih dari 6.400 lainnya mengalami luka-luka.
Konflik ini melibatkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran dalam serangan terhadap Israel. Rentetan serangan roket dari Hizbullah memicu respons militer besar-besaran dari Israel hingga memicu konflik terbuka di perbatasan Lebanon selatan.
Di tengah eskalasi tersebut, korban juga dilaporkan jatuh di pihak Israel. Dua tentara Israel mengalami luka-luka saat menghadapi serangan Hizbullah, menandakan konflik berdampak pada kedua belah pihak.
Upaya diplomasi untuk meredakan situasi masih terus dilakukan. Amerika Serikat disebut tengah memfasilitasi pertemuan antara Lebanon dan Israel guna membahas kemungkinan gencatan senjata. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda penghentian konflik.
Perang AS–Iran Disebut Hampir Berakhir
Di tengah memanasnya situasi kawasan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa konflik antara AS-Israel melawan Iran disebut hampir mencapai titik akhir.
“Saya pikir ini hampir berakhir. Saya melihatnya sudah sangat dekat dengan berakhir,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox Business.
Trump juga mengklaim bahwa Iran menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan, meski proses negosiasi belum sepenuhnya rampung.
Perundingan sebelumnya telah digelar di Islamabad, Pakistan, untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari. Namun hingga kini, kesepakatan permanen belum tercapai dan pembicaraan lanjutan masih diupayakan.
Pakistan sendiri berperan sebagai mediator dalam gencatan senjata sementara selama dua pekan sejak 8 April, yang hingga saat ini masih bertahan.
Donasi Warga Indonesia untuk Iran Tembus Rp9 Miliar
Sementara itu, kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengapresiasi tingginya solidaritas masyarakat Indonesia. Hingga pertengahan April 2026, donasi yang terkumpul untuk rakyat Iran telah melampaui Rp9 miliar.
“Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia atas kepercayaan, dukungan, dan partisipasinya,” demikian pernyataan resmi Kedubes Iran di Indonesia, seperti dilansir dari Antara, Rabu (15/4).
Selain menyampaikan apresiasi, Kedubes Iran juga memaparkan perkembangan proses penggalangan dana tersebut kepada publik.
“Alhamdulillah, inisiatif kemanusiaan ini mendapat sambutan luas dan luar biasa dari masyarakat Indonesia,” lanjut pernyataan tersebut.
Hingga Selasa (14/4), tercatat sebanyak 24.369 orang dari berbagai lapisan masyarakat telah berpartisipasi. Dari jumlah tersebut, donasi yang terkumpul mencapai lebih dari Rp9 miliar.
Kedubes Iran menilai partisipasi luas ini menjadi wujud nyata solidaritas, kepedulian, serta ikatan kemanusiaan antara masyarakat Indonesia dan Iran. Hal tersebut juga mencerminkan nilai luhur masyarakat Indonesia dalam menjunjung tinggi kemanusiaan dan membantu sesama.
Penggalangan donasi ini telah dimulai sejak 17 Maret 2026 melalui rekening resmi di Bank BRI. Program tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026.
Selama periode tersebut, Kedubes Iran masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi melalui rekening yang telah ditetapkan.
Setelah masa penggalangan berakhir, seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan melalui mekanisme resmi dengan koordinasi bersama lembaga terkait, yakni melalui Palang Merah Indonesia (PMI) kepada Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran.
Di akhir pernyataannya, Kedubes Iran kembali menyampaikan terima kasih serta doa bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK