Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Di tengah lonjakan transaksi digital dan pesatnya pertumbuhan ekonomi berbasis internet, kebutuhan akan infrastruktur data center di dalam negeri semakin mendesak. Bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga soal keamanan, kedaulatan data, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia.
PT Indonesia Super Corridor (ISC) menjadi salah satu pemain yang menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut melalui penguatan standar operasional di fasilitas data center miliknya di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan data transaksi digital yang kian sensitif, khususnya di sektor keuangan dan e-commerce.
Peningkatan standar ini mencerminkan tren yang lebih luas, di mana perusahaan-perusahaan digital mulai memprioritaskan penyimpanan dan pengolahan data di dalam negeri. Selain untuk meminimalkan risiko kebocoran data, keberadaan data center lokal juga penting dalam mendukung kepatuhan terhadap regulasi serta mempercepat akses layanan digital.
ISC mengoperasikan fasilitas data center dengan spesifikasi tinggi, termasuk kapasitas hingga 750 rak dan pasokan daya mencapai 20 MW. Infrastruktur ini dirancang untuk menopang kebutuhan komputasi modern, termasuk layanan berbasis cloud dan kecerdasan buatan (AI), dengan tingkat keandalan tinggi.
Menurut Founder ISC Benyamin P. Naibaho, aspek perlindungan data menjadi perhatian utama dalam operasional data center saat ini.
”Kami mematuhi dan memelihara seluruh persyaratan PCI DSS yang berlaku karena layanan yang kami berikan bersinggungan dengan data pemegang kartu pelanggan. Perlindungan data merupakan aspek esensial dalam tata kelola fasilitas kami,” ujar Benyamin P. Naibaho melalui keterangannya.
Penerapan standar keamanan global seperti PCI DSS memang menjadi salah satu indikator kesiapan infrastruktur digital. Namun yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas tersebut mampu menjawab kebutuhan pasar domestik yang terus berkembang.
Seiring meningkatnya penggunaan layanan digital, mulai dari pembayaran elektronik hingga platform e-commerce, ketergantungan terhadap data center luar negeri dinilai memiliki sejumlah risiko, mulai dari latensi hingga isu kedaulatan data.
Keberadaan data center lokal menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain keamanan data lebih terkontrol karena berada dalam yurisdiksi nasional, akses lebih cepat dan stabil untuk pengguna domestik, kepatuhan regulasi yang lebih mudah dipenuhi dan dukungan terhadap ekonomi digital nasional.
ISC menilai bahwa kebutuhan ini akan terus meningkat, terutama dari sektor keuangan dan sistem pembayaran yang mensyaratkan pengelolaan data secara ketat. Selain layanan colocation, ISC juga menyediakan internet exchange, cloud services, serta konsultasi pembangunan data center.
Dengan pengalaman hampir dua dekade, perusahaan ini melihat bahwa transformasi digital di Indonesia tidak hanya bergantung pada aplikasi. Tapi juga pada kekuatan infrastruktur di belakangnya.
Dengan demikian, penguatan fasilitas data center di dalam negeri bukan sekadar langkah teknis, melainkan bagian penting dari strategi nasional dalam menjaga keamanan data dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI