Buka konten ini

MADRID (BP) – Atletico Madrid kembali mencicipi semifinal Liga Champions. Meski dikalahkan FC Barcelona 1-2 dalam second leg perempat final di Riyadh Air Metropolitano, Madrid, kemarin (15/4), Atletico yang berhak lolos ke empat besar dengan agregat 3-2.
Kali terakhir Atletico lolos ke semifinal Liga Champions pada edisi 2016–2017 atau sembilan tahun silam. Saat itu, klub berjuluk Los Colchoneros tersebut disingkirkan oleh rival sekota, Real Madrid, dengan agregat 2-4. Koke dkk akan menanti pemenang Arsenal kontra Sporting CP dengan second leg perempat final-dimainkan dini hari tadi (16/4).
Entrenador Atletico Diego Simeone pun tidak ingin timnya puas dengan capaian semifinal.
’’Kami punya tiga laga tersisa (menuju juara Liga Champions, red). Kami harus terus memperjuangkannya,’’ katanya kepada Marca.
Cholo –sapaan akrab Diego Simeone – mengklaim mentalitas anak asuhnya semakin kuda hitam makin teruji setelah menyingkirkan Barca yang lebih difavoritkan.
Itu sekaligus jadi bekal memburu tiket final di Puskas Arena, Budapest, 31 Mei mendatang.
’’Tahukah Anda betapa luar biasa lolos ke semifinal Liga Champions. Berada di antara empat klub terbaik yang ada di Eropa. Fantastis!’’ ucap Cholo.
Grizi Cari Kado Terbaik
Di antara para pemain Atletico, striker Antoine Griezmann terlihat paling lama bertahan di lapangan usai mengalahkan Barca. Grizi –sapaan akrabnya– sangat larut menikmati momen lolos ke semifinal Liga Champions. Bagi Grizi, prestasi di Liga Champions akan jadi kado terbaik sebelum pergi akhir musim. Striker 35 tahun itu akan memperkuat klub MLS, Orlando City, per Juli ini.
Grizi termasuk bagian dari skuad Atletico saat lolos ke semifinal Liga Champions 2016–2017. “Aku akan memberikan segalanya ke klub ini sampai hari terakhirku berada di sini,’’ tutur top scorer sepanjang masa Atletico dengan 211 gol tersebut.
Juara Bertahan Masih Bertahan
Selain Atletico, juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) juga lolos ke semifinal kemarin. PSG menyingirkan Liverpool FC (LFC) dengan agregat 4-0.
Itu berarti Les Parisiens –julukan PSG– selalu menembus empat besar Liga Champions dalam tiga musim terakhir.
Meski melewati hadangan LFC dengan relatif nyaman, tapi entraineur PSG Luis Enrique memiliki pandangan berbeda.
’’Kuncinya jelas, kami perlu keberuntungan. Kami beruntung sebab kami tidak kebobolan dalam dua leg. Para pemain juga selalu memberikan penampilan terbaik mereka,” tutur Lucho –sapaan akrab Luis Enrique– kepada Canal+. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO