Buka konten ini
BATAM (BP) – Kasus penyelundupan 337 unit ponsel ilegal yang digagalkan di Pelabuhan RoRo Telaga Punggur, Batam, masih terus bergulir dengan fokus pemeriksaan pada sopir truk pick-up yang mengangkut barang tanpa dokumen kepabeanan tersebut.
Hingga kini, Bea Cukai Batam masih mendalami peran sopir dalam kasus tersebut, guna memastikan apakah yang bersangkutan hanya bertindak sebagai pengangkut atau bagian dari jaringan penyelundupan yang lebih besar.
Kepala Seksi Humas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Mujiono, mengatakan proses pemeriksaan terhadap sopir dilakukan secara intensif untuk mengungkap asal-usul dan tujuan pengiriman barang.
“Masih tahap pemeriksaan. Dari muatannya kan terlihat kosong, jadi ditelusuri tujuannya ke mana, ambil barang di mana,” ujarnya.
Sejauh ini, belum ada penetapan tersangka dalam perkara tersebut. Saat diamankan, sopir diketahui seorang diri, sehingga keterlibatannya masih harus didalami melalui pemeriksaan lanjutan.
“Yang kami periksa masih sopirnya sendiri. Nanti dalam pemeriksaan pasti ditanya mobilnya punya siapa, yang menerima barang siapa,” kata Mujiono.
Dalam pengakuan awal, sopir berdalih tidak mengetahui adanya muatan handphone di dalam kendaraan yang dikemudikannya. Ia mengaku hanya diminta mengantar mobil tersebut ke wilayah Tanjungbuton, Kabupaten Siak.
“Kalau pengakuan awal, dia tahunya cuma bawa mobil kosong. Katanya disuruh ke Tanjungbuton,” tambahnya.
Meski demikian, aparat tidak serta-merta menerima pengakuan tersebut. Penyidik menduga ada pihak lain yang mengendalikan pengiriman ratusan ponsel ilegal itu, sehingga pengembangan kasus masih terus dilakukan.
“Kalau pengembangan pasti ada, cuma belum dirilis dari penyidik. Dalam waktu dekat akan kami informasikan kembali,” ujarnya.
Mujiono juga menyebut, sopir diduga menerima perintah secara mendadak dan kemungkinan merupakan pengemudi logistik yang kerap melintas di jalur penyeberangan. Kondisi ini membuka kemungkinan bahwa sopir tidak sepenuhnya mengetahui isi muatan yang dibawanya.
“Biasanya truk logistik memang mondar-mandir. Bisa jadi dia tidak tahu isi muatannya,” terangnya.
Sementara itu, barang bukti berupa ratusan ponsel masih dalam kondisi tersegel rapat. Petugas juga belum dapat memastikan asal-usul barang tersebut, apakah berasal dari dalam negeri atau luar negeri.
“Masih dalam plastik dan tersegel. Belum bisa dipastikan asalnya,” pungkas Mujiono. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO