Buka konten ini

BINTAN (BP) – Puluhan warga Tanjunguban dan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, mengalami gejala pusing, mual, muntah hingga diare dalam dua hari terakhir. Kondisi ini diduga berkaitan dengan konsumsi makanan saat menghadiri sebuah hajatan di Tanjunguban.
Sejumlah warga bahkan harus dilarikan ke RSJKO Engku Haji Daud karena kondisi tubuh yang lemas. Sementara lainnya memilih berobat ke Puskesmas Teluk Sasah.
Salah satu warga, Adi, mengatakan anggota keluarganya mengalami gejala tersebut sehari setelah menghadiri hajatan pada Sabtu (11/4). “Kemarin habis magrib dibawa ke IGD, sudah dikasih obat dan infus, tapi sekarang masih diare juga,” ujarnya.
Ia menyebutkan, banyak warga lain mengalami keluhan serupa hingga memenuhi rumah sakit. Namun, tidak semua tamu yang hadir mengalami gejala tersebut.
“Aneh juga, keluarga kami yang lain aman saja, padahal makan yang sama,” katanya.
Hal serupa dialami Jemi, warga Teluk Lobam, yang mulai mengalami diare sejak Minggu (12/4) usai menghadiri acara tersebut. Karena tak kunjung membaik, ia akhirnya memutuskan berobat ke puskesmas. Di sisi lain, Ardi, warga Tanjunguban, mengaku tidak mengalami keluhan meski menghadiri acara yang sama. “Saya datang dan makan, tapi tidak ada sakit,” ujarnya.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSJKO EHD, Deny Robbi Manel, membenarkan adanya lonjakan pasien dengan gejala serupa.
“Dalam dua hari terakhir terjadi peningkatan kasus diare disertai muntah dan pusing,” katanya.
Hingga Senin (13/4), tercatat lebih dari 70 pasien datang ke IGD dengan keluhan yang sama, mayoritas berasal dari Tanjunguban dan Seri Kuala Lobam. Sebagian di antaranya merupakan rujukan dari puskesmas.
Meski jumlahnya cukup banyak, ia memastikan tidak ada pasien yang harus dirawat inap maupun dirujuk ke rumah sakit lain. “Rata-rata ditangani dengan obat dan diperbolehkan pulang,” jelasnya.
Terkait penyebab, pihak rumah sakit belum dapat memastikan.
“Belum bisa dipastikan karena perlu pengujian lebih lanjut. Tugas kami fokus pada penanganan pasien,” tambahnya.
Pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dengan puskesmas agar kasus ini dilaporkan ke dinas terkait untuk penelusuran lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Teluk Sasah, dr Kurniawan, menyebutkan sebanyak 19 pasien dengan gejala mual, muntah, pusing, dan diare ditangani pada Senin (13/4).
Ia mengakui terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien, dari rata-rata sekitar 60 orang per hari menjadi 81 pasien.
“Memang ada peningkatan kasus diare. Sebagian disertai muntah, sebagian tidak,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab pasti masih perlu ditelusuri melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Harus dicek dulu, karena kemungkinan bisa bermacam-macam,” katanya.
Kapolsek Bintan Utara, Kompol Nurman, juga menyatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi dari warga serta tenaga kesehatan terkait kasus tersebut. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY