Buka konten ini

DAMPAK gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (16/6), terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 109 warga terpaksa mengungsi, delapan orang mengalami luka berat, dan 24 lainnya luka ringan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.
“Sebanyak 109 jiwa dari 45 kepala keluarga mengungsi. Selain itu, tercatat 24 warga mengalami luka ringan dan delapan warga luka berat,” ujar Abdul.
Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak korban paling besar. Sebanyak 69 warga terdampak langsung dan 21 orang mengalami luka ringan. Seluruh korban luka berat juga berasal dari daerah tersebut.
Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 21 kepala keluarga atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu tercatat dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka dan masih dalam pendataan lebih lanjut.
Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan dan infrastruktur. BNPB mencatat sedikitnya 64 rumah terdampak, termasuk empat unit yang mengalami rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada empat rumah ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu-Sigi-Poso.
Di Kabupaten Sigi, tercatat 44 rumah terdampak, satu rumah rusak ringan, empat rumah ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, serta satu jembatan terdampak.
Sementara di Kabupaten Poso terdapat lima rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, dan satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 15 rumah dilaporkan terdampak gempa.
Khusus di Kota Palu, keretakan terjadi pada Jembatan III. Selain itu, satu tempat usaha, satu fasilitas umum, dan satu bangunan hotel juga dilaporkan mengalami kerusakan yang masih dalam proses pendataan.
Abdul menambahkan, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di sekitar wilayah terdampak. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 14.00 WIB tercatat telah terjadi 55 kali gempa susulan.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan yang lebih kuat. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK