Buka konten ini
BATAM (BP) – Pelemahan nilai tukar rupiah yang kerap dipandang sebagai kabar kurang menggembirakan bagi perekonomian nasional justru menghadirkan peluang bagi sektor pariwisata Kota Batam. Di kota perbatasan yang hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan laut dari Singapura itu, melemahnya rupiah membuat daya beli wisatawan mancanegara semakin kuat.
Pada Senin (15/6), nilai tukar rupiah tercatat berada di kisaran Rp17.831 per dolar Amerika Serikat. Sementara dolar Singapura diperdagangkan di sekitar Rp13.791 per SGD. Kondisi tersebut membuat wisatawan asal Singapura, yang selama ini menjadi pasar terbesar wisatawan mancanegara ke Batam, dapat memperoleh lebih banyak barang dan layanan dengan nilai uang yang sama dibandingkan sebelumnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menilai situasi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat sektor wisata belanja yang selama ini menjadi salah satu andalan pariwisata Batam.
Menurut dia, Batam harus mampu membaca perubahan kondisi ekonomi global sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan. Salah satu sektor yang dinilai paling diuntungkan adalah wisata belanja karena harga barang dan jasa di Batam menjadi relatif lebih kompetitif bagi wisatawan asing.
“Batam harus mampu memanfaatkan berbagai kondisi yang ada saat ini menjadi peluang. Salah satunya melalui penguatan wisata belanja yang memang menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan asing,” kata Ardiwinata saat menghadiri kegiatan IHH Healthcare Malaysia Batam 5K Fun Run di kawasan HarbourBay, akhir pekan lalu.
Fenomena tersebut terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan dan kawasan komersial di Batam. Pada akhir pekan, mal-mal besar dan pusat perdagangan di kota ini dipadati pengunjung, terutama wisatawan asal Singapura dan Malaysia. Tidak sedikit di antara mereka yang datang khusus untuk membeli kebutuhan rumah tangga. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO