Buka konten ini

BATAM (BP) – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam dalam beberapa hari terakhir kembali menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan utama. Dua titik yang menjadi sorotan berada di kawasan Simpang K-Square (Kepri Mall) dan ruas jalan dari Orchard Park menuju Top 100 yang kerap tergenang setiap kali hujan berintensitas tinggi turun.
Genangan di kedua lokasi tersebut mengganggu kelancaran lalu lintas dan memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan. Kondisi itu kembali memunculkan keluhan masyarakat yang mempertanyakan efektivitas sistem drainase di kawasan tersebut, meski berbagai pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan drainase telah dilakukan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Merta Dinata, menjelaskan bahwa genangan di kawasan Simpang Kepri Mall berkaitan dengan proyek perluasan kolam retensi yang saat ini masih berlangsung.
“Jadi gini, sebenarnya Simpang Kepri itu aman-aman saja. Saat ini kami sedang dalam proses pembangunan perluasan kolam retensi di sana,” kata Merta saat dihubungi Batam Pos, Rabu (10/6).
Menurutnya, proses pengerukan tanah untuk memperbesar kapasitas kolam retensi menyebabkan sebagian material masuk ke area tampungan saat hujan turun.
Kondisi itu membuat kapasitas tampung kolam sementara berkurang sehingga air meluap ke saluran dan badan jalan.
“Kami melakukan pengerukan tanah untuk perluasan kolam retensi. Ketika hujan datang, tanah masuk ke kolam retensi sehingga volume tampungnya berkurang. Akibatnya air meluap,” ujarnya.
Merta menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara selama pekerjaan konstruksi berlangsung. Setelah proyek rampung, kapasitas kolam retensi akan bertambah dan diharapkan mampu mengurangi potensi genangan di kawasan Simpang Kepri Mall.
“Insyaallah kalau pekerjaan perluasan kolam retensi sudah selesai, tidak terjadi lagi seperti ini,” katanya.
Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan keresahan warga. Pasalnya, Simpang Kepri Mall merupakan salah satu simpul lalu lintas utama di pusat Kota Batam yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan. Masyarakat berharap pelaksanaan proyek pembangunan tetap memperhatikan dampaknya terhadap sistem drainase dan kelancaran lalu lintas selama masa pengerjaan.
Genangan serupa juga terjadi di ruas jalan dari Orchard Park menuju Top 100. Saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, air terlihat meluap dari drainase induk hingga menggenangi sebagian badan jalan.
Merta menjelaskan, saat ini pemerintah tengah mengerjakan perbaikan pada bagian hilir saluran drainase di belakang kawasan Orchard Park. Selain itu, terdapat pekerjaan perbaikan gorong-gorong yang sedang dilakukan oleh BP Batam di seberang kawasan tersebut.
“Saat ini kami sedang melakukan pekerjaan di hilirnya, tepat di belakang Orchard. Selain itu ada juga perbaikan gorong-gorong di seberang Orchard yang dikerjakan oleh BP Batam.
Semoga setelah pekerjaan selesai kondisi akan kembali normal,” ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa lambatnya aliran air disebabkan oleh aktivitas reklamasi di kawasan hilir atau muara laut di belakang Orchard Park.
“Hilir lautnya tidak ada reklamasi. Yang pasti saat ini ada pekerjaan crossing atau perbaikan gorong-gorong di seberang Orchard,” tegasnya.
Berulangnya genangan di sejumlah ruas jalan utama saat hujan deras menjadi perhatian masyarakat. Sebagai kota industri, investasi, dan pariwisata, Batam dinilai membutuhkan sistem drainase yang mampu mengantisipasi peningkatan debit air agar aktivitas warga dan arus lalu lintas tidak terus terganggu setiap musim hujan.
Pemerintah Kota Batam berharap seluruh pekerjaan drainase dan pengendalian banjir yang saat ini berjalan dapat segera rampung sehingga kapasitas aliran air meningkat dan potensi genangan di berbagai titik dapat diminimalkan.
“Semoga pekerjaannya cepat selesai sehingga tidak lagi terjadi banjir,” tutup Merta. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO