Buka konten ini
BATAM (BP) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB pada 11–14 Juni 2026. Untuk Kota Batam, pemerintah menyiapkan 18.228 kursi sekolah negeri yang terdiri dari 9.388 kursi SMA Negeri dan 8.840 kursi SMK Negeri.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 739/KPTS-4/II/2026 tentang Petunjuk Teknis SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam petunjuk teknis tersebut dijelaskan bahwa seluruh proses penerimaan murid baru dilakukan melalui jalur prestasi, afirmasi, domisili, dan mutasi dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, serta tanpa diskriminasi.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Wilayah Batam, Kasdianto, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan SPMB di Batam telah rampung. Bahkan, rapat koordinasi terakhir bersama panitia dan pihak sekolah telah digelar untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal.
“Semalam kami sudah melaksanakan rapat persiapan SPMB. Secara umum semuanya sudah siap dan berjalan dengan baik,” kata Kasdianto, Rabu (10/6).
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pendaftaran berlangsung pada 11–14 Juni 2026. Selanjutnya, panitia melakukan verifikasi dan validasi dokumen peserta pada 16–25 Juni sebelum hasil seleksi diumumkan pada 29 Juni 2026.
Peserta yang dinyatakan lulus wajib melakukan daftar ulang pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Sementara kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juli 2026.
Untuk pendaftaran daring, calon murid dapat mengakses laman SPMB Provinsi Kepri menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai nama pengguna dan tanggal lahir sebagai kata sandi.
Setelah berhasil masuk ke sistem, peserta wajib melengkapi biodata, memilih jalur pendaftaran, mengunggah dokumen persyaratan, dan mencetak bukti pendaftaran.
Sejumlah sekolah juga masih melayani pendaftaran secara luring sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasdianto menegaskan seluruh mekanisme penerimaan tetap mengacu pada petunjuk teknis yang telah diterbitkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
“Rambu-rambu pelaksanaan tetap sesuai juknis yang ada. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Untuk Kota Batam, daya tampung SMA Negeri ditetapkan sebanyak 9.388 siswa yang tersebar dalam 243 rombongan belajar. Beberapa sekolah dengan kuota terbesar antara lain SMAN 8 Batam sebanyak 600 kursi. Sementara SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 17, SMAN 18, SMAN 19, SMAN 20, dan SMAN 25 masing-masing menyediakan 480 kursi.
Adapun SMK Negeri di Batam menyiapkan 8.840 kursi dalam 221 rombongan belajar. Kuota terbesar tersedia di SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 5 Batam yang masing-masing menyediakan 960 kursi.
Selain kesiapan panitia dan sekolah, Dinas Pendidikan juga memastikan sistem pendaftaran daring telah siap digunakan. Menurut Kasdianto, aplikasi SPMB Provinsi Kepri telah dipersiapkan secara maksimal dan melalui tahapan uji coba sebelum pelaksanaan.
“Untuk aplikasi sudah kami kondisikan dengan baik. Sistem juga sudah diuji coba selama sepekan terakhir untuk memastikan seluruh fitur berjalan normal saat pendaftaran dibuka. Mudah-mudahan pelaksanaan berjalan lancar dan masyarakat dapat mengakses layanan tanpa kendala berarti,” katanya.
Kasdianto mengingatkan calon peserta didik dan orang tua agar mengisi data secara benar serta tidak menggunakan dokumen yang tidak sah. Panitia akan melakukan verifikasi ketat terhadap kartu keluarga, dokumen domisili, sertifikat prestasi, surat mutasi, hingga dokumen afirmasi.
Apabila ditemukan pemalsuan data, kelulusan peserta dapat dibatalkan.
Sementara bagi calon murid yang belum tertampung pada tahap utama, Dinas Pendidikan Kepri telah menyiapkan mekanisme penyaluran ke sekolah negeri maupun swasta yang masih memiliki daya tampung pada 6–15 Juli 2026 berdasarkan pemeringkatan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA).
SMKN 1 Batam Buka Posko Konsultasi SPMB
SMK Negeri 1 Batam membuka posko konsultasi selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Posko tersebut disediakan untuk membantu masyarakat, orang tua, dan calon siswa yang membutuhkan informasi terkait proses pendaftaran hingga pemilihan jurusan.
Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, mengatakan posko konsultasi itu bertujuan memberikan pendampingan dan penjelasan kepada calon peserta didik agar tidak mengalami kendala selama proses pendaftaran.
“Kami menyediakan posko konsultasi untuk membantu masyarakat dan orang tua memahami proses pendaftaran. Kami hanya memberikan penjelasan dan bantuan jika ada kesulitan saat melakukan pendaftaran,” ujarnya.
Meski demikian, Deden menilai proses pendaftaran saat ini relatif mudah karena dilakukan secara daring. Menurut dia, sebagian besar kendala yang dialami calon pendaftar biasanya disebabkan ketidaksesuaian data atau dokumen yang belum lengkap.
“Kami tidak lagi menerima bantuan pendaftaran secara langsung karena sistemnya sudah cukup mudah. Pengalaman selama ini, jika ada pendaftar yang tidak berhasil, biasanya karena data yang dimasukkan tidak sesuai atau ada dokumen yang belum lengkap,” katanya.
Selain memberikan informasi terkait tahapan pendaftaran, posko tersebut juga melayani konsultasi pemilihan jurusan sesuai minat, bakat, dan jalur penerimaan yang digunakan calon siswa.
“Nanti akan kami arahkan sesuai kondisi masing-masing siswa, baik melalui jalur prestasi akademik, nonakademik, domisili, afirmasi, maupun KIA. Kami juga menyediakan narahubung yang bisa dihubungi apabila membutuhkan informasi lebih lanjut,” jelasnya.
SMKN 1 Batam menawarkan sejumlah kompetensi keahlian yang dapat dipilih calon siswa, yakni Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Mekatronika, Teknik Pemesinan, Teknik Otomasi Industri, Teknik Elektronika Industri, serta Teknik Pengelasan.
Deden menambahkan, sekolah yang dipimpinnya memiliki sejumlah keunggulan untuk mendukung kesiapan lulusan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
Di antaranya sertifikasi profesi melalui LSP-P1, kerja sama dengan berbagai industri, program magang, bengkel berstandar industri, kurikulum berbasis kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta peralatan praktik yang lengkap. “Kami berupaya menyiapkan lulusan kompeten dan siap bersaing. Karena itu, seluruh program pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.
Pendaftaran SPMB jenjang SMK secara daring 11–14 Juni. Selanjutnya dilakukan verifikasi dan validasi dokumen pada 16–25 Juni, sedangkan hasil seleksi diumumkan pada 29 Juni 2026. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA – YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK