Buka konten ini

BINTAN (BP) – Warga Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, mengeluhkan tumpukan sampah di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS) yang tak kunjung diangkut selama beberapa pekan terakhir.
Tumpukan sampah yang terus bertambah tidak hanya menimbulkan pemandangan kurang sedap, tetapi juga memunculkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga sekitar.
Salah seorang warga, Aril, mengatakan penumpukan sampah telah terjadi selama kurang lebih empat minggu. Kondisi tersebut membuat warga resah karena aroma tidak sedap semakin terasa, terutama saat cuaca panas.
”Rasanya sudah sekitar empat minggu sampah menumpuk. Baunya sudah sangat menyengat,” keluhnya, Rabu (10/6).
Menurut Aril, terdapat sedikitnya tiga lokasi penampungan sampah sementara yang mengalami penumpukan cukup parah. Ia menduga keterlambatan pengangkutan sampah berkaitan dengan pengalihan arus lalu lintas di Jalan Lintas Barat yang membuat akses menuju tempat pembuangan akhir (TPA) di Kecamatan Bintan Timur menjadi lebih jauh.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut sebelum dampaknya semakin meluas.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Loan. Ia menyebut tumpukan sampah terjadi di TPS yang berada di Jalan Nipah, Kelurahan Tanjunguban Kota, Jalan Bhakti Praja, serta kawasan dekat Perumahan Citra Onyx, Kelurahan Tanjunguban Selatan.
”Tumpukan sampah bahkan sudah sampai ke aspal jalan,” ujarnya.
Menurut Loan, kondisi itu berpotensi mengganggu pengguna jalan dan membahayakan keselamatan lalu lintas apabila tidak segera ditangani.
Ia juga mengaku melihat petugas kebersihan membakar sebagian sampah yang mulai meluber ke badan jalan sebagai upaya mengurangi volume sampah di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, Koordinator Satgas Kebersihan Kecamatan Bintan Utara, Misyanto, belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan penyebab keterlambatan pengangkutan sampah maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY