Buka konten ini
JAKARTA (BP) – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun sepanjang tahun 2025. Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, mengatakan capaian pendapatan yang diperoleh perusahaan melonjak siginifikan jika dibandingkan dengan perolehan 2024.
“Pada tahun 2025, antam membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Untung dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/6).
Untung mengatakan, Perseroan juga mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun atau tumbuh sebesar 106 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024. Ia menjelaskan pertumbuhan laba bersih pada tahun 2025 didukung oleh berbagai faktor strategis baik dari sisi operasional, komersial maupun kondisi pasar.
Direktur Strategi Korporasi Pengembangan Usaha dan Komersial, Handi Sutanto, menjelaskan pertumbuhan laba bersih ANTM meningkat cukup signifikan pada tahun buku 2025 didorong oleh kinerja operasional yang kuat di seluruh lini bisnis Perseroan.
“Di nikel produksi kami meningkat 62 persen, penjualannya juga meningkat signifikan 75 persen year over year,” ujar Handi.
Peningkatan produksi nikel terjadi seiring dengan optimalisasi pertambangan dan juga optimalisasi atas Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) yang didapatkan perusahaan.
Selain itu, didorong juga dengan tingginya permintaan bahan baku hilirisasi dalam negeri.
Handi melanjutkan, pada bauksit ANTM membukukan peningkatan produksi tertinggi 112% dan untuk penjualannya 157% year over year. Peningkatan tersebut terjadi lantaran Perseroan berhasil memanfaatkan momentum optimalisasi RKAB.
Kemudian bisnis emas yang menjadi salah satu pendorong utama kinerja Perseroan melalui tingginya permintaan emas domestic.
“Kesadaran masyarakat yang terus bertumbuh setiap tahun untuk berinvestasi di emas. Volume penjualan kami di tahun 2025 sekitar 37 ton,” ungkapnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI