Buka konten ini

NONGSA (BP) – Praktik percaloan dalam seleksi penerimaan anggota Polri menjadi perhatian serius Polda Kepri. Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo menegaskan bahwa setiap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu akan ditindak tegas tanpa pengecualian.
Penegasan tersebut disampaikan Anom saat memimpin Sidang Terbuka Menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II dalam rangka Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 Panda Polda Kepri yang digelar di Gedung Lancang Kuning (GLK), Polda Kepri, Kamis (4/6).
Dalam kesempatan itu, Anom mengingatkan para peserta seleksi agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengaku dapat meloloskan mereka dalam proses penerimaan. Ia menegaskan seluruh tahapan seleksi Polri dilaksanakan secara terbuka dan diawasi ketat oleh pengawas internal maupun eksternal.
“Jangan mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Setiap bentuk percaloan dan penyimpangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Anom.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat utama Polda Kepri serta pengawas internal dan eksternal sebagai bentuk komitmen menjaga pelaksanaan seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel.
Anom menjelaskan, proses seleksi penerimaan anggota Polri merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, berintegritas, serta siap menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Karena itu, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Hasil seleksi yang diumumkan, kata dia, merupakan hasil murni berdasarkan kemampuan, kompetensi, serta pencapaian masing-masing peserta.
Berdasarkan hasil Sidang Terbuka Rikkes Tahap II tersebut, dari total 586 peserta yang terdiri atas 501 peserta pria dan 85 peserta wanita, sebanyak 100 peserta dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Sementara 486 peserta lainnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Dari 100 peserta yang lolos, delapan di antaranya merupakan peserta Akademi Kepolisian (Akpol), 80 peserta Bintara, dan 12 peserta Tamtama.
Kepada peserta yang berhasil melanjutkan ke tahapan berikutnya, Anom menyampaikan ucapan selamat dan berpesan agar menjaga kondisi kesehatan serta meningkatkan disiplin dan kesiapan menghadapi seleksi lanjutan.
Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia meminta agar tetap berbesar hati dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus berusaha meraih cita-cita menjadi anggota Polri.
Selain itu, Anom juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua peserta, panitia pelaksana, tim pemeriksa, serta pengawas internal dan eksternal yang telah mendukung jalannya proses seleksi secara profesional dan bertanggung jawab.
Melalui sidang terbuka ini, Polda Kepri kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, dan akuntabel guna menghasilkan calon personel yang berkualitas, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan tugas kepolisian di masa mendatang.(***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO