Buka konten ini

PARIS (BP) – Maja Chwalinska hanya berstatus sebagai petenis ranking ke-114 dunia sebelum grand slam French Open 2026 dimulai. Dua pekan kemudian, petenis 24 tahun asal Polandia itu mencetak sejarah sebagai petenis kualifikasi pertama yang mencapai final ajang di Stade Roland Garros, Paris, tersebut.
Petenis berpostur 164 sentimeter tersebut memastikan tempat di final setelah mengalahkan Diana Shnaider (Rusia) 7-6(4), 6-4 kemarin (5/6). Pencapaian tersebut jelas menjadi kejutan. Jangankan final, Chwalinska sebelumnya belum pernah melampaui babak kedua grand slam.
Lima tahun lalu, Chwalinska juga mengalami depresi dan rehat dari dunia tenis. Karena itulah, pencapaian di Paris tahun ini terasa sulit dipercaya. ”Saya merasa seperti berada di dalam gelembung. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mungkin setelah turnamen selesai saya baru bisa memproses semuanya,” ungkap Chwalinska dikutip dari Punto de Break.
Perjalanan Chwalinska memang belum selesai. Dia berpeluang mencatat sejarah lebih besar sebagai petenis kualifikasi pertama yang menjuarai French Open. Juga petenis kualifikasi kedua yang menjuarai grand slam setelah Emma Raducanu di US Open 2021.
Syaratnya, Chwalinska harus mengalahkan petenis 19 tahun Mirra Andreeva (Rusia) dalam final di Court Philippe-Chatrier hari ini (6/6). Meski akan berada di panggung terbesar dalam kariernya hari ini, Chwalinska merasa tidak akan banyak yang berubah. ”Bagi saya tidak ada yang berubah. Saya hanya ingin menang, di pertandingan apa pun,” terangnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO