Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemerintah Malaysia mempertimbangkan usulan Indonesia untuk memperluas penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor kesehatan, khususnya tenaga keperawatan.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyatakan pihaknya menyambut baik usulan tersebut dan akan menindaklanjutinya bersama instansi terkait.
Pernyataan itu disampaikan Mohamad Hasan usai menghadiri Komisi Gabungan Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation/JCBC) ke-17 Indonesia-Malaysia di Jakarta, Kamis (4/6).
“Ada saran dari pihak Indonesia agar kami memastikan pengiriman tenaga kerja dari Indonesia diperluas ke luar sektor-sektor yang sudah ada, terutama sektor keperawatan. Kami akan membincangkan hal ini,” kata Mohamad Hasan.
Menurut dia, pemerintah Malaysia perlu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Malaysia karena pengaturan tenaga kerja kesehatan berada di bawah kewenangan kementerian tersebut.
Ia menilai perluasan penempatan tenaga keperawatan Indonesia akan memberikan manfaat bagi kedua negara. Selain membuka peluang kerja bagi tenaga kesehatan Indonesia, kebijakan itu juga dapat mendukung kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan Malaysia.
Dalam kesempatan tersebut, Mohamad Hasan juga menyambut baik kembali digelarnya JCBC Indonesia-Malaysia yang terakhir berlangsung pada 2018.
Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan.
“Hubungan antarnegara bertetangga kadang-kadang masih ada simpul yang masih terikat, dan simpul-simpul tersebut yang kita akan uraikan,” ujarnya.
Salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan itu adalah penyelesaian batas darat dan maritim antara Indonesia dan Malaysia.
Mohamad Hasan mengatakan pembahasan mengenai persoalan tersebut telah menunjukkan perkembangan positif dan kini berada pada tahap akhir sebelum dibawa ke tingkat pertemuan para pemimpin kedua negara.
Selain isu perbatasan, kedua negara juga membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, industri, dan sektor strategis lainnya.
Menurut dia, dialog yang berlangsung mencerminkan komitmen Indonesia dan Malaysia untuk terus memperkuat hubungan ekonomi serta kerja sama bilateral.
Pelaksanaan JCBC ke-17 Indonesia-Malaysia merupakan tindak lanjut dari konsultasi bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Juli 2025. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY