Buka konten ini
TOKYO (BP) – Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan ekspor sistem rudal antikapal pantai Type 88 ke Filipina sebagai bagian dari penguatan kerja sama pertahanan kedua negara.
Rencana itu mencuat setelah Tokyo merevisi tiga prinsip transfer peralatan dan teknologi pertahanan beserta pedoman pelaksanaannya pada April lalu. Revisi tersebut melonggarkan pembatasan ekspor senjata mematikan oleh Jepang.
Jepang dan Filipina diketahui semakin mempererat hubungan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, terutama terkait aktivitas Tiongkok di Laut China Timur dan Laut China Selatan.
Meski demikian, Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan final terkait ekspor rudal tersebut.
“Belum ada keputusan yang diambil saat ini,” ujar Koizumi, Jumat (15/5).
Ia merujuk pada kesepakatan peningkatan kerja sama peralatan dan teknologi pertahanan yang dicapai bersama Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, di Manila pada 5 Mei lalu.
Koizumi menyebut Jepang masih akan menentukan jenis peralatan pertahanan yang nantinya diekspor ke Filipina.
Sementara itu, pada 6 Mei lalu, Pasukan Bela Diri Jepang menggelar latihan tembak langsung menggunakan sistem rudal Type 88 dalam latihan militer tahunan Balikatan yang melibatkan Amerika Serikat dan Filipina.
Selain rudal antikapal Type 88, Jepang juga dikabarkan tengah membahas kemungkinan ekspor kapal perusak bekas kelas Abukuma ke Filipina. Tak hanya itu, Tokyo juga mempertimbangkan ekspor sistem rudal permukaan ke udara jarak menengah Type 03 atau Chu-SAM yang saat ini digunakan Pasukan Bela Diri Darat Jepang. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY