Buka konten ini

KECELAKAAN lalu lintas di Kota Batam kembali memakan korban jiwa. Dalam beberapa pekan terakhir, rentetan insiden maut terjadi di berbagai titik jalan raya, mulai dari tabrakan melibatkan truk kontainer, kecelakaan tunggal, hingga peristiwa tabrak lari yang menyeret korban pelajar dan pengendara usia produktif.
Insiden terbaru terjadi di Jalan S. Parman, kawasan Simpang Bagan, pintu 4 Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, Jumat (15/5) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Sepeda motor Honda Beat hitam yang dikendarai Dewa Andika (26) terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di lokasi tersebut.
Korban yang diketahui merupakan pengemudi ojek online Grab itu meninggal dunia bersama ibunya, Sri Hartini, yang saat kejadian dibonceng menuju tempat kerja di PT Ghimli, Mukakuning. Keduanya sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Camatha Sahidya Panbil, namun nyawanya tidak tertolong.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kecelakaan diduga terjadi saat sepeda motor korban menyenggol truk hingga kehilangan kendali di jalan yang saat itu dalam kondisi licin akibat hujan.
“Korban ini menyenggol truk, hingga hilang kendali,” ujar Junaidi, saksi di lokasi kejadian.
Warga juga menyebut kondisi lalu lintas di sekitar Simpang Bagan cukup padat saat kejadian, ditambah curah hujan yang membuat jalan semakin licin dan jarak pandang terbatas. Selain itu, kawasan tersebut dikenal rawan karena menjadi jalur keluar masuk kendaraan berat.
Sebelumnya, kecelakaan serupa juga terjadi di simpang lampu merah Batuampar, Sabtu (11/4) siang. Dua perempuan pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi usai terlibat tabrakan samping dengan sebuah mobil pribadi.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, AKP Viktor Hutahaean, menyebut kedua kendaraan melaju searah sebelum terjadi benturan yang menyebabkan korban terjatuh dan meninggal di tempat.
Belum reda dari insiden tersebut, kecelakaan lain kembali terjadi di Jalan Sudirman depan Perumahan Sukajadi, Senin (13/4) sore. Sebuah truk kontainer diduga hilang kendali dan menghantam dua mobil, yakni Toyota Veloz BP 1810 MM dan Honda BP 1216 JG, hingga mengalami kerusakan parah.
Rangkaian kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat itu memicu keresahan warga. Mereka mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap operasional truk kontainer di jalan raya.
“Kalau tidak diatur, kejadian seperti ini akan terus terulang,” ujar Imran, warga Batuampar.
Kecelakaan tunggal juga terjadi di Flyover Laluan Madani, Jumat (24/4) dini hari, ketika mobil Honda Brio BP 1249 IC menghantam beton pembatas jalan sebelum terbakar hebat. Pengemudi berinisial DP, 32, mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di RS Awal Bros Batam.
Insiden serupa sebelumnya terjadi di lokasi yang sama pada 6 April 2026, ketika Honda HR-V BP 1428 CH lepas kendali dan menabrak tiga sepeda motor yang berhenti di lampu merah, hingga satu kendaraan terbakar akibat benturan keras.
Di Sekupang, kecelakaan tunggal juga menewaskan Aprinaldi, 47, di Jalan RE Martadinata, Jumat (17/4) pagi. Korban ditemukan meninggal dunia di dalam parit bersama sepeda motor Honda Beat miliknya.

Sementara di Barelang, tiga pelajar SMP meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka tumpangi kehilangan kendali di turunan Bukit Bismillah, Kecamatan Galang, Minggu (5/4) pagi. Kendaraan yang ditumpangi korban diduga slip sebelum menabrak tiang lampu dan masuk ke parit.
Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak di bawah umur agar tidak mengendarai kendaraan bermotor.
“Orangtua jangan membiarkan anak berkendara jika belum memiliki SIM, jangan berboncengan lebih dari dua orang, dan hindari kebut-kebutan,” tegasnya.
Sorotan juga muncul dari kasus tabrak lari yang menimpa siswi SDN 001 Batam Kota. Korban ditabrak mobil saat menyeberang jalan sepulang sekolah dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif. Pelaku berinisial Wz, 30, telah diamankan polisi dan dijerat Undang-Undang Lalu Lintas.
Data Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri menunjukkan sekitar 500 kasus kecelakaan terjadi pada triwulan pertama 2026. Sebagian besar terjadi di Batam, dengan dominasi korban berusia 14–26 tahun, termasuk pelajar.
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, menyebut tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius.
“Keselamatan harus menjadi prioritas, bukan kecepatan,” ujarnya.
Ditlantas Polda Kepri kini gencar menggelar kampanye keselamatan di sekolah dan ruang publik, sekaligus mengimbau orang tua agar tidak memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM. (***)
Reporter : EUSEBIUS SARA – YOFI YUHENDRI – YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO