Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Dinas Perikanan Kabupaten Karimun mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah pangkalan nelayan di Kabupaten Karimun. Usulan tersebut telah disampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebagai pihak yang menetapkan kelayakan lokasi KNMP.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karimun, Sapriddin, mengatakan program KNMP merupakan program pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Indonesia.
“Dengan adanya program ini, kami dari Dinas Perikanan Kabupaten Karimun akhirnya mengusulkan 14 lokasi dari sembilan kecamatan yang biasa dijadikan pangkalan nelayan agar dijadikan KNMP. Apalagi cukup banyak masyarakat Karimun yang berprofesi sebagai nelayan,” ujarnya kepada Batam Pos, Minggu (10/5).
Ia mengatakan, saat ini sudah ada empat pangkalan nelayan yang masuk tahap verifikasi oleh KKP RI. Keempat lokasi tersebut berada di Desa Batu Limau, Kecamatan Ungar; Leho, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing; Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Durai; serta Desa Semembang, Kecamatan Durai.
“Diharapkan empat lokasi tersebut bisa terealisasi sebagai KNMP. Mengingat luas lahan di keempat lokasi tersebut sudah sesuai syarat, yakni minimal satu hektare,” jelasnya.
Menurut Sapriddin, apabila sudah ditetapkan sebagai KNMP, seluruh pembiayaan pembangunan akan bersumber dari APBN.
Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas yang akan dibangun meliputi kantor pengelola, gedung pertemuan, pelabuhan nelayan, pabrik es, ruang pendingin penyimpanan hasil tangkapan atau cold storage, hingga fasilitas pendukung distribusi BBM bagi nelayan.
“Kami tentunya sangat berharap adanya fasilitas yang lengkap untuk nelayan demi kesejahteraan mereka. Apalagi biaya pembangunannya semua dari pusat,” katanya.
Pihaknya juga telah meninjau salah satu KNMP di Kepri yang saat ini sedang dibangun di Sembulang, Kota Batam.
“Yang sudah selesai dibangun itu kantor pengelola, balai pertemuan nelayan, dan pelabuhan,” terangnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY