Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Edhie Baskoro Yudhoyono berkomitmen mengawal kebijakan ketenagakerjaan agar benar-benar berpihak kepada pekerja serta menciptakan keseimbangan yang sehat antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Menurut Ibas—sapaan Edhie Baskoro—persoalan ketenagakerjaan tidak bisa dilihat semata dari angka pertumbuhan ekonomi. Di baliknya, ada perjuangan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak, dan menjaga harapan hidup yang lebih baik dari hari ke hari.
“Pemerintah daerah, pekerja, dan pengusaha harus terus berdialog. Tiga unsur ini tidak bisa berdiri sendiri dalam membangun kesejahteraan bersama,” kata Ibas saat berdialog dengan ratusan pekerja, pelaku UMKM, dan pengemudi ojek online di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (6/5).
Ia menilai setiap keresahan masyarakat harus dijawab dengan solusi dan program nyata yang manfaatnya bisa langsung dirasakan. Mulai dari akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja dan pelaku usaha kecil, program pelatihan, hingga peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Selain itu, Ibas menyoroti pentingnya penguatan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, jaminan persalinan bagi pekerja perempuan, serta perlindungan dari pemutusan hubungan kerja sepihak.
“Negara harus hadir melalui program-program yang benar-benar membantu pekerja agar hidupnya lebih aman, lebih sehat, dan punya masa depan,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, pelaku UMKM bernama Tania menyampaikan harapannya agar usaha kecil juga mendapat perhatian dalam program ketenagakerjaan dan pemberdayaan ekonomi. Sementara Solidaritas Ojek Online Trenggalek Raya meminta agar pengemudi ojek daring memperoleh BPJS Ketenagakerjaan gratis yang ditanggung pemerintah.
Menanggapi aspirasi itu, Ibas menegaskan negara tidak boleh hanya hadir untuk pekerja formal, tetapi juga bagi pekerja informal yang menopang ekonomi keluarga melalui usaha mandiri. Ia mendorong perlindungan yang lebih baik bagi pengemudi ojek daring tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem usaha.
“Misalnya, bisa dipikirkan skema potongan sekitar 9,5 persen untuk aplikator dan 9,5 persen untuk pengemudi, sehingga sama-sama memiliki ruang yang sehat untuk bertumbuh,” katanya.
Ibas juga menyebut usulan BPJS gratis bagi pengemudi ojek daring sebagai aspirasi penting yang perlu terus dikaji dan diperjuangkan melalui kolaborasi lintas pihak.
Selain perlindungan kerja, ia menyoroti penciptaan lapangan kerja baru di daerah, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi.
“Jika satu dapur membutuhkan sekitar 40 pekerja dan ada 100 dapur di Trenggalek, berarti bisa tercipta ribuan lapangan kerja baru,” ujar Ibas.
Ia pun menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja perempuan, termasuk hak cuti hamil, jaminan persalinan, dan jaminan kesehatan kerja.
“Pekerja yang kuat akan melahirkan keluarga yang kuat. Dari keluarga yang kuat, daerah bisa maju, dan Indonesia semakin sejahtera,” katanya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR