Buka konten ini

BINTAN (BP) – Ketua Bank Sampah Induk (BSI) Pensosmas Bintan, Miswanto, masuk dalam daftar calon penerima penghargaan Kalpataru 2026 kategori Pembina Lingkungan.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebelumnya mengumumkan 25 calon penerima penghargaan Kalpataru 2026 yang terdiri atas Kalpataru Adya dan Kalpataru Yuvan. Para calon terbagi dalam lima kategori, yakni Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, Pembina Lingkungan, dan Kalpataru Yuvan.
Di kategori Pembina Lingkungan, Miswanto bersaing dengan tiga calon lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
Warga Kampung Kamboja, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara itu mengusung inovasi pembinaan dan pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat.
Miswanto mengaku mulai mentransformasi sistem pengelolaan sampah di Bintan sejak 2021 melalui BSI Pensosmas. Dalam perjalanannya, ia menggabungkan aspek pelestarian lingkungan dengan nilai religius melalui program sedekah sampah dan layanan ojek sampah.
Program tersebut turut melambungkan nama Bintan di tingkat nasional. Saat ini, BSI Pensosmas tercatat memiliki 795 nasabah aktif dan membina 21 bank sampah di area Padang, Pekanbaru, dan Batam.
Gerakan yang awalnya dimulai dari tingkat kelurahan itu kini berkembang menjadi model pengelolaan sampah regional. Praktiknya dinilai mampu memperkuat ketahanan iklim sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dengan masuknya sebagai salah satu calon penerima penghargaan Kalpataru 2026, Miswanto berharap dukungan dari seluruh masyarakat. “Mohon doanya semoga semua berjalan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bintan, Asri, mengatakan awalnya terdapat lima kelompok masyarakat yang direncanakan untuk diusulkan dalam program tersebut.
“Dari hasil penjaringan, ada lima kelompok yang rencananya akan diusulkan,” kata Asri, Minggu (10/5).
Kelima kelompok tersebut yakni Pengudang Mangrove, BSI Pensosmas, BSU Kharisma, Gudem Bee Farm, dan penggiat lingkungan Kirno. Namun hingga batas akhir pendaftaran Mei 2026, hanya dua kelompok yang resmi mendaftar. “Sementara tiga kelompok lagi belum siap dan direncanakan untuk tahun depan,” jelasnya.
Asri menyebut dua kelompok yang mendaftar adalah BSI Pensosmas dan Pengudang Mangrove. Seluruh usulan kemudian disampaikan melalui DLHK Provinsi Kepri.
“Usulan sudah kita sampaikan melalui DLHK provinsi,” ujarnya.
Dari hasil seleksi administrasi, hanya BSI Pensosmas yang dinyatakan lolos sebagai calon penerima penghargaan Kalpataru 2026.
Ia berharap capaian tersebut dapat mengharumkan nama Bintan di tingkat nasional. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY