Buka konten ini

BATAM (BP) – Tapak Suci Putra Muhammadiyah Kota Batam menggelar latihan gabungan dan pra Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di Fasum RW Perumahan Villa Pesona Asri, Batam Kota, Minggu (10/5) pagi. Kegiatan tersebut diikuti 12 cabang latihan serta para pendekar Tapak Suci se-Kota Batam sebagai bagian dari pembinaan sekaligus penguatan silaturahmi antaranggota.
Latihan gabungan ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat para siswa dalam berlatih, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tahapan pra UKT menuju kenaikan tingkat dan sabuk.
Ketua Ranting Muhammadiyah Kelurahan Belian, Batam Kota, Abdun Baskoro Cahyo, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan atas menurunnya jumlah peserta latihan di beberapa cabang, khususnya di Villa Pesona Asri yang baru berjalan sekitar tujuh bulan.
“Cabang di Villa Pesona ini sudah dibuka sekitar tujuh bulan, tetapi pesertanya semakin lama semakin menurun. Dari situ muncul ide untuk mengadakan latihan gabungan agar semangat anak-anak kembali tumbuh,” ujarnya.
Menurut Abdun, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan pencak silat Tapak Suci kepada masyarakat, terutama anak-anak dan remaja di kawasan Batam Kota.
“Kami ingin menarik minat anak-anak di Batam Kota sebanyak mungkin untuk bergabung. Saat ini di Batam ada 12 cabang dengan sekitar 150 siswa. Kegiatan ini juga menjadi wadah memadukan jurus-jurus dan mempererat persaudaraan antaranggota,” katanya.
Ia menambahkan, olahraga bela diri dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk membangun disiplin, rasa percaya diri, dan perlindungan diri dari pengaruh negatif lingkungan.
“Kalau anak punya hobi olahraga dan bela diri, itu bisa menjadi benteng dari tindakan bullying maupun pengaruh negatif lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih Tapak Suci Putra Muhammadiyah Kota Batam, Heri Sutanto, menjelaskan pra UKT merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sebagai bagian dari proses pembinaan kader.
Ia menerangkan, jenjang pembinaan dimulai dari sabuk kuning hingga melati cokelat tingkat satu sampai empat. Setelah menjalani latihan sekitar satu tahun, siswa dipersiapkan menjadi kader bersabuk biru sebelum melanjutkan tahapan menuju pendekar sabuk hitam.
“Jenjang paling dasar dimulai dari sabuk kuning hingga melati cokelat tingkat satu sampai empat. Setelah sekitar satu tahun latihan, siswa dipersiapkan menjadi kader dengan sabuk biru. Kemudian sabuk biru juga mengikuti ujian untuk menjadi pendekar sabuk hitam,” jelas Heri.
Menurutnya, pembinaan di Tapak Suci tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga pembentukan karakter, adab, dan nilai keagamaan.
“Harapan kami lahir generasi penerus yang berprestasi dan mampu melanjutkan tradisi Tapak Suci. Karena di sini kami juga dilatih untuk berdakwah dan membangun adab,” katanya.
Ia menambahkan, setiap sesi latihan selalu dibarengi pembinaan rohani melalui kultum serta penanaman nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari.
“Pada prinsipnya Tapak Suci merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang menjadi kader syiar agama. Jadi bukan hanya bela diri, tetapi juga pendidikan akhlak dan adab,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO