Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Nilai pasar parfum di Indonesia tercatat sekitar USD 612 juta pada 2025 dan diproyeksikan melonjak menjadi USD 913 juta pada 2030. Pertumbuhan ini mencerminkan laju ekspansi yang cukup agresif dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan rata-rata kenaikan sebesar 8,4 persen per tahun, performa industri parfum nasional bahkan melampaui pertumbuhan di kawasan Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa pasar domestik memiliki potensi yang semakin besar dan kompetitif.
Seiring perkembangan tersebut, kebutuhan akan diferensiasi produk kian menguat. Aroma pun menjadi elemen penting yang tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai identitas utama sekaligus penentu daya saing sebuah merek di pasar.
Seiring dengan pertumbuhan industri fragrance nasional yang telah melampaui USD 600 juta, PT Alfa Indo Global (AIG) mempertegas posisi sebagai importir dan distributor eksklusif Parfums Plus France di Indonesia. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pelaku industri terhadap solusi aroma yang semakin spesifik dan bernilai tambah.
Adapun AIG membuka akses bagi pelaku usaha di Indonesia untuk mendapatkan produk wewangian berstandar global secara langsung.
”Kami ingin menjadi mitra strategis bagi pelaku industri dalam menciptakan produk yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki identitas aroma yang kuat dan relevan dengan pasar. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi wewangian berkualitas internasional bagi sektor perawatan pribadi, rumah tangga, hingga wewangian premium,” kata Fahmi selaku Direktur Utama PT Alfa Indo Global di Jakarta, Rabu (6/4).
Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, kebutuhan akan diferensiasi menjadi semakin penting. AIG merespons hal tersebut dengan menyediakan layanan terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari konsultasi, pengembangan aroma, hingga produksi dalam skala besar. Perusahaan juga memberikan fleksibilitas dalam formulasi agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing klien.
Dari sisi operasional, AIG memastikan seluruh produk yang dipasarkan telah memenuhi berbagai standar regulasi dan keamanan, seperti sertifikasi BPOM (SKI), kepatuhan terhadap standar IFRA (International Fragrance Association), serta kelengkapan dokumen seperti MSDS dan COA. Hal ini menjadi jaminan transparansi sekaligus keamanan bagi para mitra dalam proses produksi.
Sebagai bagian dari strategi memperluas pasar sekaligus memperkenalkan inovasi fragrance kepada lebih banyak pelaku industri, AIG turut ambil bagian dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients yang digelar pada 6–8 Mei di JIExpo, Jakarta. Melalui partisipasi ini, AIG mengundang pelaku industri, pemilik merek, serta formulator untuk mengunjungi booth mereka dan menjajaki peluang kolaborasi bisnis yang tersedia. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI